salah satu dalam membantu meningkatkan perkembangan pada anak,yaitu dengan menciptakan hubungan interaksi yang baik antara anak dan orang tuasebagai pengasuh dalam keluarga khususnya pada anak balita, sebab untukmencapai perkembangan yang optimal, usaia balita adalah usia dimana anakdengan mudah menerima rangsangan yang diberikan oleh objek sekelilingnya. Oleh karena itu upaya mewujudkan perkembangan anak balita ini, tidak terlepasdari peranan keluarga terutama orang tua sebagai pengasuh terdekat untukmemenuhi semua kebutuhan yang diperlukan bagi perkembangan anak balitanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelekatan anak balita dan orangtuanya berhubungan dengan perkembangan sosial, emosional dan kecerdasan padaanak balita. Metode penelitian meliputi : sampel penelitian sebanyak 70 orang dari700 orang tua yang mempunyai anak balita atau 10 % dari seluruh populasi yangada. Teknik sampling yang digunakan adalah Metode Proporsional InsidentalSampling. Sumber data adalah dengan data primer dan data sekunder. Teknikanalisis data menggunakan Metode statistik yaitu table silang dan korelasi ProductMoment. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, kelekatan anakbalita dan orang tuanya mempeunyai hubungan dengan perkembangan sosial anakbalita dengan koefisien korelasi sebesar 0,071 lebih besar darimketentuan table,tetapi hubungan antara kedua variable yaitu kelekatan dan perkembangan sosialtidak signifikan pada taraf 99% artinya hanya ada toleransi sebesar 1% denganarah huubungan yang positif. Kelekatan anak balita dan orang tuanya tidakmempunyai hubungan dengan perkembangan emosional anak balita dengankoefisien korelasi sebesar 0,090 lebih kecil dari ketentuan tabel. Kelekatan anakbalita dan orang tuanya tidak mempunyai hubungan dengan perkembangankecerdasan anak balita dengan koefisien korelasi sebesar 0,041 lebih kecil dariketentuan tabel.
Copyrights © 2022