Wayan Sukarlinawati
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Antara Kelekatan Anak Balita Dan Orang Tuanyadengan Perkembangan Sosial, Emosional dan Kecerdasan Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.696 KB)

Abstract

salah satu dalam membantu meningkatkan perkembangan pada anak,yaitu dengan menciptakan hubungan interaksi yang baik antara anak dan orang tuasebagai pengasuh dalam keluarga khususnya pada anak balita, sebab untukmencapai perkembangan yang optimal, usaia balita adalah usia dimana anakdengan mudah menerima rangsangan yang diberikan oleh objek sekelilingnya. Oleh karena itu upaya mewujudkan perkembangan anak balita ini, tidak terlepasdari peranan keluarga terutama orang tua sebagai pengasuh terdekat untukmemenuhi semua kebutuhan yang diperlukan bagi perkembangan anak balitanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelekatan anak balita dan orangtuanya berhubungan dengan perkembangan sosial, emosional dan kecerdasan padaanak balita. Metode penelitian meliputi : sampel penelitian sebanyak 70 orang dari700 orang tua yang mempunyai anak balita atau 10 % dari seluruh populasi yangada. Teknik sampling yang digunakan adalah Metode Proporsional InsidentalSampling. Sumber data adalah dengan data primer dan data sekunder. Teknikanalisis data menggunakan Metode statistik yaitu table silang dan korelasi ProductMoment. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, kelekatan anakbalita dan orang tuanya mempeunyai hubungan dengan perkembangan sosial anakbalita dengan koefisien korelasi sebesar 0,071 lebih besar darimketentuan table,tetapi hubungan antara kedua variable yaitu kelekatan dan perkembangan sosialtidak signifikan pada taraf 99% artinya hanya ada toleransi sebesar 1% denganarah huubungan yang positif. Kelekatan anak balita dan orang tuanya tidakmempunyai hubungan dengan perkembangan emosional anak balita dengankoefisien korelasi sebesar 0,090 lebih kecil dari ketentuan tabel. Kelekatan anakbalita dan orang tuanya tidak mempunyai hubungan dengan perkembangankecerdasan anak balita dengan koefisien korelasi sebesar 0,041 lebih kecil dariketentuan tabel.
Ajaran Tri Kaya Parisudha Sebagai Landasan Pendidikan Nilai Moral Dan Etikadalam Membentuk Karakter Anak Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.741 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan pendidikan agama Hindu dilakukan untuk mempersiapkan manusia kualitas Hindu, yang tercermin melalui kemampuan berpikir, berkomunikasi dan berperilaku sesuai dengan identitas agama Hindu yang didasarkan pada konsep ajaran Tri kaya Parisudha. Berpikir, berbicara, melakukan apa yang baik dan benar adalah cerminan dari perilaku moral yang merupakan fenomena universal manusia serta karakteristik yang membedakan manusia dari binatang. Hewan tidak memiliki kesadaran akan hal-hal baik dan buruk, dan tidak dapat diterima, pantas dan tidak pantas dilakukan terutama keharusan moral bahwa hukum haruslah keewajiban manusia untuk melakukan perbuatan baik. Dalam Tri Kaya Parisuda telah mengandung nilai-nilai moral dan etika pendidikan yang sangat dalam, seperti yang diajarkan secara terperinci kepada umat Hindu untuk mengendalikan Dasendria (sepuluh indera) yang terkadang tidak dapat dikendalikan oleh manusia dalam kehidupan ini, sebagai akibat dari meningkatnya kompleksitas objek godaan duniawi selalu merangsang indera manusia. Kata kunci: tri kaya parisudha, pendidikan, karakter
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH SD PALMKIDS TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.889 KB)

Abstract

Abstrak: Pelitian ini di latar belakangi oleh nilai siswa di SD Palmkids Tahun Pelajaran 2014/2015 yang memperoleh prestasi belajar dibawah rata-rata karena kurangnya Bimbingan belajar yang diberikan oleh orang tua terhadap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua terhadap prestasi belajar siswa di sekolah. SD Palmkids Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh mengingat jumlah populasi yang kurang dari 100, yaitu sebanyak 60. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis pertama menggunakan uji regresi linier sederhana dan hipotesis yang kedua dengan menbandingkan hasil nilai rata-rata siswa dari semester ganjil ke genap. Berdasarkan hasil analis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan Bimbingan belajar orang tua terhadap Prestasi belajar siswa di SD Palmkids Tahun Ajaran 2014/2015 dengan hasil yang perhitungan thitung 10,739 > ttabel 1,658.(2) Ada pengaruh yang positif pengaruh Bimbingan belajar orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Palmkids Tahun Ajaran 2014/2015 dengan membandingkan nilai rata siswa dari semester ganjil ke genap dengan rata-rata nilai 71,43 dan 82,25 setelah dianalisis terdapat peningkatan prestasi sebesar 10,82℅ Kata Kunci: bimbingan belajar orang tua, prestasi belajar
FUNGSI LEMBAGA ADAT DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PINANDITA Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga adat merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk olehsuatu masyarakat hukum adat tertentu mempunyai wilayah tertentu dan harta kekayaansendiri serta berhak dan berwenang untuk mengatur dan mengurus serta menyelesaikanhal-hal yang berkaitan dengan adat. Lembaga adat di Desa Tanjung Serupa memilikiperan yang sangat penting dalam mewadahi segala aktivitas adat dan keagamaanmasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fungsi adatdalam memperhatikan dan mensejahterakan para pemangku atau pinandita di DesaTanjung Serupa. Mengingat menjadi seorang pemangku tidaklah mudah karena beliauterikat oleh aturan-aturan kepemangkuannya. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data adalah proposive sampling. Sampel penelitian iniadalah tokoh-tokoh adat, para pemangku dan tokoh-tokoh umat di Desa Tanjung SerupaKecamatan Pakuan Ratu yang dianggap mengerti tentang aturan dan tuntunanbagaimana melayani kehidupan seorang pemangku sebagai orang yang disucikan. Hasilpenelitian mengungkapkan bahwa lembaga adat di Desa Tanjung Serupa telahberkontribusi nyata untuk memperhatikan dan memberikan pelayanan kepada parapemangku dalam mensejahterakan kehidupannya walaupun tidak sepenuhnya terpenuhi.Bukti bahwa lembaga adat di Desa Tanjung Serupa telah berfungsi dalammensejahterakan kehidupan para pemangku adalah dengan memberikan yajna(janggolan) minimal Rp 400.000/tahun apabila ada acara di pura (Tri Kahyangan)diberikan punia sebesar Rp 200.000. Selain berupa uang adat juga memberikan yajnaberupa barang dan pakaian, dan hasil panen sebanyak 5-10 kg/kk/panen. Peran lembagaadat harus ditingkatkan agar kehidupan seorang pemangku dapat terjamin.
PERAN PASRAMAN DALAM MEMBENTUK SIKAP ANAK DI RUMAH Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasraman sebagai lembaga pendidikan non formal dapat memberikanpengetahuan agama Hindu yang tidak didapatkan anak di sekolah dan di rumah. Pasramanjuga diharapkan dapat mendidik sikap anak menjadi lebih baik dari sebelumnya.Penelitian dilakukan di Pasraman Widyaloka, dengan rumusan masalah: 1) Bagaimanaproses belajar agama Hindu di Pasraman Widyaloka? 2) Bagaimana peran PasramanWidyaloka dalam membentuk sikap anak di rumah? Tujuan penelitian yaitu: 1) Untukmengetahui proses belajar mengajar di Pasraman Widyaloka dan 2) Peran PasramanWidyaloka dalam pembentukan sikap anak. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu observasi, wawancara dan domenstrasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisisdata. Data dikelompokan berdasarkan masalah yang dikaji peneliti. Berdasarkan hasilobservasi dan wawancara, proses belajar di pasraman hampir sama seperti di sekolah,tetapi materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sikap anak juga dilatihagar disiplin, sopan santun, religius, dan patuh. Wawancara dengan orang tua anak,disimpulkan setelah anak mengikuti pasraman, secara bertahap sikapnya lebih disiplin,sopan santun, religius, dan patuh kepada orang tua.Jadi dapat disimpulkan bahwa pasramanberperan dalam membentuk sikap anak di rumah.
PERAN PARISADA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ETIKA POLITIK HINDU STUDI DI KABUPATEN TULANG BAWANG Wayan Sukarlinawati; Wayan Putu Umbara
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondidi politik Agar berjalannya rodapemerintahan daerah yang baik, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, makaorang yang duduk di kursi pemerintahan harus orang-orang yang berkompeten untukmenjalankan roda pemerintahan, karena tidak setiap orang mampu menjalankan rodapemerintahan dengan baik. Partisipasi politik adalah kegiatan masyarakat, dimanamasyarakat berperan serta secara aktif dalam pemilihan pemerintah, yang secara langsungmaupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan publik (public policy). Umat Hindudiharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam politik praktis dengan mengedepankankesadaran politik dan etika politik yang santun berlandaskan kitab Suci Weda. Persoalanpokok yang dijadikan rumusan masalah yaitupertama, Bagaimanakah kondisi politik UmatHindu di Kabupaten Tulang Bawang? Dan kedua Bagaimana Parisada Kabupaten TulangBawang Menanamkan Nilai-Nilai Etika Politik Hindu pada Umat Hindu? Jenis penelitianyang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji danyang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit. Parisada KabupatenTulang Bawang telah melakukan upaya pembelajaran politik dengan menanamkan nilai-nilaietika politik berdasarkan pada ajaran sastra Hindu yang terdapat pada Kitab Suci atausumber sastra lainnya berupa Lontar Pati Raja Gundala. Maksud penanaman nilai etikapolitik Hindu ini adalah agar umat Hindu dapat menilai dan menyikapi segala bentukdinamika politik yang terjadi baik pada sistem politiknya, perilaku politikus atau punkegiatan-kegiatan lainnya yang berindikasi pada perilaku politik yang ada. ParisadaKabupaten Tulang Bawang telah memberikan pembelajaran etika politik melalui pertemuandan koordinasi, yang hal ini dibenarkan oleh para tokoh pendidik, tokoh masyarakat, dantokoh agama yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Hal ini ditunjukkan pula olehkeberhasilan dua tokoh politik muda dari masyarakat Bali yang lolos Pemilihan Legislatif2019 lalu yaitu yaitu I Ketut Saspiyanto dari Dapil IV (Gedong Meneng), dan Ketut KasubIndrajaya Dapil II (BanjarAgung, Banjar Margo dan Banjar Baru)