Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui filosopi dan persepsimasyarakat mengenai Ngaben tanpa Petulangan yang dilaksanakan olehmasyarakat di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten LampungTimur. Makna filosofi Petulangan adalah simbul dari soroh/kawitan seseorangyang terdapat di dalam prasasti masing-masing yang merupakan tempat daripembakaran sawa. Adapun jenis-jenis Petulangan yang dapat digunakan adalahLembu, Singa, Gajah Mina, Naga Kaang, Gadarba, Menjangan, Macan(Harimau), sudang-sudangan. Berdasarkan Awig-awig upacara Ngaben tanpaPetulangan di Desa Restu Rahayu menjelaskan bahwa pelaksanaan Ngaben tanpaPetulangan di Desa Restu Rahayu dilaksanakan secara sederhana atau boleh tidakmempergunakan Petulangan. Jadi bagi masyarakat yang mampu melaksanakanupacara Ngaben dengan menggunakan Petulangan di perbolehkan dan jikamasyarakat yang tidak mampu melaksanakan upacara Ngaben menggunakanPetulangan juga dianggap sah tergantung dari tingkat kemampuan masyarakat itusendiri sesuai Lontar Upacara Pati Urip Lembar 3. Persepsi masyarakat mengenaiNgaben tanpa Petulangan, masyarakat menyatakan setuju dengan adanyapelaksanaan upacara Ngaben tanpa Petulangan. Terlihat dari hasil rata-ratapresentase 55.83 % - 82.49 % masyarakat menyetujui dengan adanya pelaksanaanupacara Ngaben tanpa Petulangan untuk menghemat biaya dan waktu dijamanmodern ini. Masyarakat juga menyetujui dengan adanya partisipasi dan aturanyang mengatur di dalam adat untuk meningkatkan rasa kegotong royongan dandisiplin diri bagi masyarakat.
Copyrights © 2022