Berpikir kritis melibatkan proses berpikir dalam menerima, mengolah, menganalisis, mensistesis dan mengevaluasi melalui suatu metode ilmiah untuk memperoleh keputusan pemecahan masalah. Pokok bahasan penelitian yakni terkait persentase tingkat keterampilan berpikir kritis dan tingkat keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi getaran, gelombang dan bunyi menggunakan soal berbantuan prompting question. Jenis penelitian menggunakan mix method dengan desain explanatory sequential. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP di Desa Sungonlegowo Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel sebanyak 20 siswa kelas VIII SMP diberikan tes keterampilan berpikir kritis kemudian dipilih 6 siswa sebagai subjek wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Persentase keterampilan berpikir kritis tinggi sebesar 20%, kategori sedang 60%, dan kategori rendah 20%. Tingkat keterampilan berpikir kritis siswa rata-rata tergolong sedang. Siswa rata-rata kurang mampu memenuhi indikator keterampilan berpikir kritis Ennis (1991).
Copyrights © 2021