Miskonsepsi merupakan fenomena pendidikan yang sampai saat ini menjadi masalah dalam pembelajaran di berbagai lingkungan pendidikan di dunia, bagaimanapun lingkungan sosial, budaya, bahasa, dan etniknya. Masalah ini dapat menghambat proses asimilasi pengetahuan baru peserta didik. Salah satu materi yang rentan terhadap terjadinya miskonsepsi adalah teori evolusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi-miskonsepsi mengenai teori evolusi pada mahasiswa. Data miskonsepsi didapatkan dari skor pada angket dan tes tertulis yang telah diisi oleh mahasiswa. Pada penelitian ini, angket beserta rubrik yang digunakan adalah Measure of Acceptance of the Theory of Evolution (MATE). Tes tertulis berupa essay yang penskorannya mengacu pada level kognitif C2 hingga C5 Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson Krathwohl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata penerimaan mahasiswa terhadap teori evolusi masih sangat rendah, artinya miskonsepsi teori evolusi mahasiswa dapat dikatakan tinggi, yaitu sebesar 64,65%. Namun, setelah diberikan treatment berupa pembelajaran aktif, rerata penerimaan mahasiswa terhadap teori evolusi menjadi tinggi. Hasil tersebut didukung oleh hasil analisis regresi menyatakan bahwa identifikasi miskonsepsi memiliki korelasi yang signifikan dengan hasil belajar mahasiswa dengan sumbangan sebesar 37,7%
Copyrights © 2018