Latar Belakang Berdasarkan data WHO sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan mengalami komplikasi yang berkaitan dengan kehamilan sehingga hal ini mengancam jiwa ibu dan bayi. Tingginya angka kehamilan resiko tinggi (resti) di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah menjadi landasan terbentuknya kader pendamping ibu hamil dengan resiko tinggi di tingkat dusun. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Terbentuknya kader pendamping ibu hamil dengan resiko tinggi agar mampu melakukan deteksi dini faktor resiko ibu hamil dan melakukan pendampingan pada ibu hamil resiko tinggi. Metode pengabdian masyarakat meliputi pembentukan kader pendamping ibu hamil resti, pelatihan kader pendamping ibu hamil resti, pendampingan ibu hamil resti dengan menggunakan buku catatan kader, dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat terdapat 13 orang yang bersedia menjadi kader pendamping ibu hamil resti. Hasil tingkat pengetahuan kader sebelum pelatihan menunjukan jumlah nilai rata-rata 66,5 dan setelah pelatihan 76 dari rentang nilai 0-100 atau meningkat sebesar 9,5 point. Sedangkan hasil pelaksanaan kader dalam melakukan deteksi dini faktor resiko ibu hamil didapatkan 33 orang mengalami kehamilan resiko rendah, 14 orang mengalami kehamilan resiko tinggi dan 9 orang mengalami kehamilan resiko sangat tinggi. Kesimpulan setelah dilakukan pengabdian masyarakat yaitu terbentuknya kader pendamping ibu hamil resti yang mampu melakukan deteksi dini faktor resiko ibu hamil dan melakukan pendampingan pada ibu hamil resiko tinggi. Saran Perlu dialokasikan dana rutin untuk pemberian imalan kepada kader karena menurut para kader dapat menjadi pemicu semangat dalam menjalankan perannya sebagai kader.
Copyrights © 2020