Penelitian ini berlandaskan adanya penggunaan bahasa yang tidak homogen. Teknik analisis berupa teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dengan alat penentu berupa referen (Metode Padan Referensial) dan teknik lanjutan yaitu Teknik Hubung-Banding Menyamakan (HBS). Berdasarkan hasil yang didapatkan dari hasil analisis 3 buah rekaman percakapan remaja di angkringan, ditemukan 162 data yang terdiri dari Kosakata baku (KB), Kosakata Remaja (KR), Kosakata Konotatif (KK), Kosakata Daerah (KD), dan Kosakata Asing (KA). Terdapat dua faktor utama yang memengaruhi terjadinya variasi bahasa dalam penelitian ini, yaitu alih kode dan campur kode. Ditemukan sebanyak 17 data yang termasuk ke dalam alih kode dan 92 data yang termasuk ke dalam campur kode. Penggunaan kalimat campur kode lebih banyak digunakan dikarenakan pesan yang ingin disampaikan oleh penutur bukan merupakan suatu kalimat utuh hanya berupa kata atau frasa saja. Pemanfaatan hasil penelitian ini berupa modul ajar untuk pembelajaran teks debat pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas kelas 10 pada Fase E kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2022