AbstrackThis is presumably because the learning process is monotonous, uninteresting learning, does not provide motivation to students so that the learning carried out does not attract, and use of less learning methods. This research is classroom action research using two cycles, and each cycle has two meetings. One cycle consists of planning, action, observation and reflection. The subject of this research is class V SDN No. 100116 Sigumuru, academic year 2021 which consists of 20 students.Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the application of the storytelling method can improve student learning outcomes for social studies subjects for class V at SDN No. 100116 Sigumuru West Angkola District South Tapanuli Regency. This is evidenced by the initial test the percentage of classical learning completeness is 30% (6 students) finished and 70% (14 students) not finished, the first cycle of meeting 1 the percentage of classical learning completeness is 35% (7 students) finished and 65% (13 students) not finished. In the first cycle of meeting 2 the percentage off classical learning completeness was 45% (9 students) finished and 55% (11 students) not finished. There was difference of 10% increase. While in the second cycle of meeting 1 the percentage of classical learning completeness was 55% (11 students) finished and 45% (9 students) not finished and in the second cycle of meeting 2 the percentage of classical learning completeness was 80% (16 students) finished and 20% (4 students) not finished. From cycle II the data abtained has reached the expected value with the highest percentage of 80%, so this research can be stopped with a satisfactory value. The difference in the percentage increase between cycle I and cycle II was 35%. Keywords: Storytelling Method, Learning Outcomes, Social Studies AbstrakLatar belakang masalah penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas. Hal ini karena proses pembelajaran yang monoton, tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran, kurangnya perhatian siswa, tidak memberikan motivasi kepada siswa sehingga pembelajaran yang dilaksanakan tidak menarik, dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus 2 kali pertemuan.Satu siklus terdiri atas perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN No. 100116 Sigumuru, tahun ajaran 2021 yang terdiri dari 20 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS kelas V SDN No. 100116 Sigumuru Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan.Hal ini dibuktikan dengan pada tes awal presentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 30% (6 siswa) yang tuntas dan 70% (14 siswa) yang tidak tuntas.Siklus I pertemuan 1 presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 35% (7 siswa) tuntas dan 65% (13 siswa) tidak tuntas. Pada siklus I pertemuan 2 presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 45% (9 siswa) yang tuntas dan 55% (11 siswa) yang tidak tuntas, terdapat selisih peningkatan 10%. Sedangkan pada siklus II pertemuan 1 presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 55% (11 siswa) yang tuntas dan 45% (9 siswa) yang tidak tuntas. Pada siklus II pertemuan 2 presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 80% (16 siswa) yang tuntas dan 20% (4 siswa) yang tidak tuntas. Dari siklus II, data yang diperoleh sudah mencapai nilai yang diharapkan dengan presentase paling tinggi yaitu 80%, maka penelitian ini dapat dihentikan dengan nilai yang memuaskan. Selisih peningkatan antara siklus I dengan siklus II adalah 35%. Kata Kunci: Metode Bercerita, Hasil Belajar, IPS.
Copyrights © 2022