Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fenomena pemahaman kaum ibu tentang stunting dan dampaknya terhadap tumbuh kembang anak di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kaum ibu tentang stunting cukup rendah. Pada umumnya kaum ibu hanya memahami beberapa hal tentang stunting, yakni: (1) kondisi gagal tumbuh anak (2) praktik pengasuhan yang baik pada balita (3) asupan gizi untuk balita (4) pencegahan diare (5) pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan (6) pemenuhan zat gizi ibu hamil. Sedangkan yang tidak dipahami kaum ibu terkait stunting mencakup (1) mengasuh anak stunting(2) mengikuti posyandu (3) mengukur panjang/tinggi badan anak selama 6 bulan terakhir (4) menimbang berat badan anak dalam 6 bulan terakhir (5) dampak stunting (6) pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) (7) pencegahan stunting. Dampak pemahaman ibu yang rendah tentang stunting berpengaruh pada pola pemberian makan pada anak, yakni memberikan makan tidak sesuai kebutuhan anak, sehingga proses tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Stunting dapat dicegah dengan cara memberikan asupan gizi sesuai kebutuhan anak serta rajin mengikuti posyandu setiap bulan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan perkembangan anak. Kaum ibu di Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan tidak benar-benar mengikuti posyandu, hal ini terlihat dari KMS yang terisi setiap bulannya
Copyrights © 2022