Artikel ini bertujuan melakukan penelusuran terkait corak sufistik dalam Tafsir karya sheikh Nawawi al-Bantani. Corak sufistik dalam tafsir ini dikarenakan pembacaan terhadap Al-Qur`anoleh seseorang sangat terkait erat dengan “kacamata†keilmuan yang dimilikinya dan juga latarbelakang individu tersebut. Riset ini menggunakan metode konten analisis dengan pendekatanasumsi intuitif sebagai cara pembuktian ilmiah dalam Islam versi Mulyadi Kartanegara. Adapun untuk menganalisa corak tasawuf dalam penafsiran, penulis menggunakan pendekatan tasawufversi Ibnu Taimiyah dan ibnu Qayyim. Artikel ini berkesimpulan bahwa corak tasawuf dalam tafsir Marah Labid lebih mendekati kriteria syar’iyyah, yang lebih mengedapankan perbaikan nilai-nilai moral dan pemahaman fikih. Artikel ini menguatkan pendapat Azra terkait tren jejering ulama Nusantara terhadap praktik neo-sufisme.
Copyrights © 2020