Struktur perekonomian Indonesia sedang berubah dari struktur ekonomi yang berat ke agraris menuju ke arah membesarnya peranan industri. Perkembangan kawasan industri mempengaruhi alih fungsi lahan sehingga terjadi penyempitan lahan pertanian dan memaijinalkan kehidupan pelani berupa penurunan pendapatan dan kesempatan bekerja petani pemilik lahan apalagi buruh tani karena mereka tidak siap untuk akses ke sector industri yang padat modal dan padat teknologi akhirnya mereka masuk ke sektor-sektor informal atau paling jauh ke industri kecil. Penulis ingin mengcari hubungan antara faetor-faktor nonmetrik petani dan motivasi kepindahannya ke seetor industri. Penelitian bertempat di dua tipe desa yaitu Tipe I Desa Pasir Gombong dan Tipe II desa Jatireja Kecamatan Lemahabang. Waktu penelitian dari tanggal • September 1995 sampai dengan 29 Februari 1996. Metode penelitian adalah dengan metode survey dan teknik pengambilan sample responden dengar, cluster sampling dari 5 kelompok responden yaitu Retired Group, Fulltime Farming Group, Transferable Group, Parttime Farming Group dan Industry Group. Dari masing- masing kelompok diambil 15 sampel secara acak untuk kedua desa dengan mempertimbangkan representasi wilayah desa. Sehingga jumlah sampel seluruhnya acaiah 150 sampel responden. Data yang dinyatakan dengan sebaran frekwensi dianalisis dengan analisis deskriptif Teknik Persentase. Data tentang fenomena sosio cultural yang tidak bias dikuantinkasi dianalisis dengan analisis kualitatif. Tingkat motivasi diperoleh dengan merangking berupa jenis data ordinal dirubah ke bentuk data interval yaitu dengan successive interval scaling methode (SISM).
Copyrights © 2003