The life of the church since the departure of the early church apostles experienced many challenges and even eventually led to divisions. One of the main causes of division is doctrinal differences. Call it between the doctrines of Calvinism and Arminianism relating to soteriology or the concept of salvation. For centuries until now, these two camps have feuded to defend their respective doctrines, which led to an attitude of mutual disputing, scorn, and even bringing down each other. The purpose of this study is to conduct a theological analysis covering the similarities and differences regarding the soteriology of Calvinism and Arminianism in order to find bridges and intersections that can connect the two camps. In this article, the author introduces Calmenian theology as a bridge and solution for church citizens and new converts who experience confusion between Calvinism and Arminianism in church. The research method that the author uses is to conduct literature searches and academic reviews or studies of the two streams. The conclusion of this study shows that the idea of Calmenian Theology in this paper can be used to provide enlightenment while suppressing the radical teachings and extreme attitudes of the two feuding camps, in this case, Calvinism and Arminianism, as well as problems arising as a result of differences in beliefs and views among Christianity. AbstrakKehidupan gereja sejak ditinggal rasul-rasul gereja mula-mula mengalami banyak tantangan bahkan pada akhirnya berujung pada perpecahan. Salah satu penyebab utama terjadi perpecahan adalah perbedaan doktrin. Sebut saja antara doktrin Calvinisme dan Arminianisme yang berkaitan dengan soteriologi atau konsep keselamatan. Selama berabad-abad hingga seka-rang, kedua kubu ini berseteru mempertahankan doktin masing-masing, yang berujung pada sikap saling membantah, mencemooh bahkan menjatuhkan satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis teologis mencakup persamaan dan perbedaan mengenai soteriologi calvinisme dan Arminianisme guna menemukan jembatan dan titik temu yang dapat menghu-bungkan kedua kubu tersebut. Pada artikel ini, penulis memperkenalkan teologi Calminian seba-gai jembatan serta solusi bagi warga gereja serta para petobat baru yang mengalami kebingungan meyakini antara calvinisme dan Arminianisme dalam menggereja. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah melakukan penelusuran literatur serta tinjauan atau kajian akademik terhadap kedua aliran tersebut. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa gagasan Teologi Calminian dalam tulisan ini dapat digunakan untuk memberikan pencerahan sekaligus meredam ajaran yang radikal dan sikap yang ekstrim dari kedua kubu yang berseteru, dalam hal ini Calvinisme dan Arminianisme, serta persoalan-persoalan yang timbul sebagai akibat dari perbe-daan keyakinan dan pandangan di kalangan kekristenan.
Copyrights © 2022