Hendra Suherman
Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teologi Calminian: Sebuah Tawaran Diskursif-Dialektis Perjumpaan Soteriologi Calvin dan Arminian Hendra Suherman
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.122

Abstract

The life of the church since the departure of the early church apostles experienced many challenges and even eventually led to divisions. One of the main causes of division is doctrinal differences. Call it between the doctrines of Calvinism and Arminianism relating to soteriology or the concept of salvation. For centuries until now, these two camps have feuded to defend their respective doctrines, which led to an attitude of mutual disputing, scorn, and even bringing down each other. The purpose of this study is to conduct a theological analysis covering the similarities and differences regarding the soteriology of Calvinism and Arminianism in order to find bridges and intersections that can connect the two camps. In this article, the author introduces Calmenian theology as a bridge and solution for church citizens and new converts who experience confusion between Calvinism and Arminianism in church. The research method that the author uses is to conduct literature searches and academic reviews or studies of the two streams. The conclusion of this study shows that the idea of Calmenian Theology in this paper can be used to provide enlightenment while suppressing the radical teachings and extreme attitudes of the two feuding camps, in this case, Calvinism and Arminianism, as well as problems arising as a result of differences in beliefs and views among Christianity.  AbstrakKehidupan gereja sejak ditinggal rasul-rasul gereja mula-mula mengalami banyak tantangan bahkan pada akhirnya berujung pada perpecahan. Salah satu penyebab utama terjadi perpecahan adalah perbedaan doktrin. Sebut saja antara doktrin Calvinisme dan Arminianisme yang berkaitan dengan soteriologi atau konsep keselamatan. Selama berabad-abad hingga seka-rang, kedua kubu ini berseteru mempertahankan doktin masing-masing, yang berujung pada sikap saling membantah, mencemooh bahkan menjatuhkan satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis teologis mencakup persamaan dan perbedaan mengenai soteriologi calvinisme dan Arminianisme guna menemukan jembatan dan titik temu yang dapat menghu-bungkan kedua kubu tersebut. Pada artikel ini, penulis memperkenalkan teologi Calminian seba-gai jembatan serta solusi bagi warga gereja serta para petobat baru yang mengalami kebingungan meyakini antara calvinisme dan Arminianisme dalam menggereja. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah melakukan penelusuran literatur serta tinjauan atau kajian akademik terhadap kedua aliran tersebut. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa gagasan Teologi Calminian dalam tulisan ini dapat digunakan untuk memberikan pencerahan sekaligus meredam ajaran yang radikal dan sikap yang ekstrim dari kedua kubu yang berseteru, dalam hal ini Calvinisme dan Arminianisme, serta persoalan-persoalan yang timbul sebagai akibat dari perbe-daan keyakinan dan pandangan di kalangan kekristenan.  
Misi Amanat Agung: Sebuah Kajian Komparatif Perspektif Calvinis dan Arminian Hendra Suherman; Jimmy Lizardo; Sugihyono Sugihyono
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.182

Abstract

This article aims to describe the Great Commission as Jesus' command to make disciples of all nations from the perspective of missiology, Calvinism, and Arminianism. This study uses a qualitative approach, with the literature study method, using book sources and research articles as a reference for studying the meaning of the great commission in its true sense. The result of this research is the need to communicate the two different views above with the concept of "the future" ( future), which means that both Calvinism and Arminianism both believe that salvation is only in the Lord Jesus Christ; Christ's death was to atone for human sins, so it is for this mission that the church must preach the Gospel to everyone without exception; the task of the church in the world is to carry out evangelism until Maranatha actively. In conclusion, the salvation of mankind is the fruit of the results of evangelism carried out by believers while in the world; thus, the most essential thing for the church is to carry out the Mission of the Great Mandate of Jesus Christ through continuous evangelism and discipleship. AbstrakArtikel ini bertujuan mendeskripsikanAmanat Agung sebagai perintah Yesus untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, baik dalam perspektif misiologi, kelompok Calvinisme dan Arminianisme. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif, dengan metode studi pustaka,menggunakan sumber buku dan artikel hasil penelitian sebagai acuan untukmelakukan kajian terhadap makna amanat agung dalam arti yang sesungguhnya Hasil dari penelitian ini adalah perlunya mengkomunikasikan kedua perbedaan pandangan di atas dengan konsep “the future” (masa depan) yang memiliki makna, bahwa baik Calvinisme maupun Arminianisme, keduanya sama-sama memercayai bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus;kematian Kristus adalah untuk menebus dosa manusia, sehingga untuk misi inilah maka gereja harus memberitakan Injil kepada semua orang tanpa terkecuali;tugas gereja di dunia adalah giat mela-kukan penginjilan sampai maranatha. Kesimpiulannya, keselamatan  umat manusia adalah buah dari hasil penginjilan yang dilakukan orang percaya selama di dunia, dengan demikian hal yang paling esensia bagi gereja adalah menjalankan Misi Amanat Agung Yesus Kristus melalui pem-beritaan Injil dan pemuridan secara terus-menerus.