Pola makan sehat dan seimbang merupakan asupan terpenting penunjang untuk kesehatan dan kualitas hidup. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Kacang-kacangan terbukti efektif sebagai pemenuhan gizi karena kandungan gizi yang cukup tinggi. Selama ini pembuatan makanan didominasi oleh kacang kedelai, seperti tempe,tahu, kecap. Beberapa tahun terakhir produksi kedelai Indonesia merosot sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan optimalisasi bahan lokal seperti kacang tunggak yang dapat dimanfaatkan sebagai camilan oatbar untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Dari segi gizi kacang tunggak jika dihitung per 100 gram bahan mengandung protein 22,9 gram, lemak 1,1 gram dan karbohidrat 61,6 gram. Setiap 100 gram kacang kedelai mengandung protein 30,2 gram, lemak 15,6 gram dan karbohidrat 30,1 gram. Nilai gizi yang tinggi menjadikan kacang tunggak sebagai bahan makanan sumber protein nabati untuk mencukupi kebutuhan gizi dalam masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu instrumen prapengembangan dan instrumen pascapengembangan. Instrumen prapengembangan berupa pedoman wawancara bebas. Angket pascapengembangan diberikan saat uji coba produk hasil pengembangan kepada responden yaitu 10 siswa sekolah menengah atas. Oabean dalam bentuk oatbar dapat memenuhi kebutuhan gizi harian. Sumber protein nabati menjadi penunjang proses kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan.
Copyrights © 2022