Adanya kemampuan beradaptasi, transformasi model bisnis dan adopsi inovasi berkelanjutan, diantaranya memiliki kemampuan dalam membuat sistem manajemen yang lebih baik, telah menunjukkan keberhasilan suatu perusahaan dalam rangka meningkatkan hubungan baik dengan konsumennya dan pihak berkepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalsis hubungan pemberdayaan dengan kinerja usaha, juga dilakukan untuk mengetahui kemampuan pemberdayaan organisasi sebagai instrumen untuk memprediksikan dan mempengaruhi peningkatkan kinerja usaha. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 49 responden menggunakan teknik sensus. Sumber data primer melalui penyebaran kuesioner. Uji instrumen validitas dan reliabilitas dilakukan. Metode analisis dilakukan dengan kombinasi uji frekuensi dan deskriptif statistik, analisis statistik menggunakan analisis korelasi, koefisien determinasi (r2), dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menujukkan bahwa instrumen pemberdayaan organisasi tepat digunakan, juga dapat diketahui pemberdayaan organisasi yang dilakukan selama ini sudah baik berdasarkan kecenderangan jawaban responden, demikian juga kinerja usaha. Pemberdayaan organisasi dengan kinerja usaha memiliki keeratan hubungan sangat kuat. Pemberdayaan organisasi memiliki kontribusi yang mampu memprediksikan dan mempengaruhi kinerja usaha toko-toko yang menjadi mitra binaan. Variasi pemberdayaan organisasi baik digunakan sebagai instrumen penting untuk peningkatan kinerja usaha dengan adanya partisipasi dan hubungan yang bersinergi dalam skema kerjasama berkelanjutan. Namun demikian, berbagai faktor eksternal diluar area kerjasama tidak dijelaskan tetapi sangat mempengaruhi keberlangsungan dan keberhasilan skema kerjasama antar mitra dan binaan, masih memerlukan penyelidikan dan penjelasan
Copyrights © 2022