Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 4, No 2 (2022): JULI

Struktur Semantik Verba Penglihatan dalam Bahasa Mandailing

Nur Hadinda Utami (Universitas Sumatera Utara)
Nurhabibah Nasution (Universitas Sumatera Utara)
Mulyadi Mulyadi (Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2022

Abstract

dalam Bahasa Mandailing ini karena sering ditemukan fenomena, salah satunya di dalam kamus, butir leksikon yang digunakan untuk menjelaskan makna verba merupakan leksikon itu sendiri, dan bukan butir leksikon lain yang secara semantik dianggap memiliki makna yang lebih mendasar/sederhana. Penulisan ini dilakukan agar menghilangkan pendefinisian makna yang berputar-putar dengan menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode simak dan metode. Data penelitian berupa verba penglihatan yang bersumber dari Bahasa Mandailing (BM). Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode agih yang didukung dengan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur Semantik Verba Penglihatan dalam Bahasa Mandailing dibentuk oleh empat polisemi yaitu: MELIHAT/MERASAKAN, MELIHAT/MERSAKAN, MELIHAT/MEMIKIRKAN,MELIHAT/MENGETAHUI, danMELIHAT/MENGATAKAN, yang menunjukan bahwa setiap verba penglihatan dalam BM menunjukan makna yang berbeda-beda dalam konteks kalimat BM. Contohnya manatap ‘menatap’ mengandung makna sesuatu yang dilihat dari jarak dekat yang ditandai dengan sian jarak satonga meter ‘dari jarak setengah meter’.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

disastra

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian tentang sastra Indonesia, linguistik, pengajaran dan pembelajaran dalam bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, literasi, serta pengajaran BIPA. ...