Keberadaan daerah penangkapan ikan bagi usaha penangkapan ikan, lebih khususnya cakupan nelayan kecil sangat mempengaruhi kondisi perekonomian. Semakin dekat daerah penangkapan ikan, akan semakin mudah untuk dijangkau dan dapat meminimalisir biaya produksi. Tingginya aktivitas manusia di suatu peraiaran merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan perubahan suatu kondisi perairan. Di Teluk Tahuna dan sekitarnya, nelayan mengalami kesulitan dalam menangkap ikan demersal di sekitar Teluk Tahuna. Penelitian ini bertujuan untuk melaihat keberadaan daerah penangkapan ikan demersal dengan pendekatan metode deskriptif. Pengambilan data yaitu mencakup kedalaman, arus dan posisi dengan menggunakan GPS. Hasil yang diperoleh yaitu daerah penangkapan ikan demersal mulai bergeser ke arah Maselihe (lebih jauh dari sebelumnya), hal ini terlihat dari jumlah hasil tangkapan yang lebih sedikit di Teluk Tahuna dibandingkan di sekitar Maselihe. Jumlah daerah penangkapan ikan terdiri dari 8 pos, dengan kecepatan arus berkisar antara 8 det/ 5 m di perairan sekitar Maselihe sampai dengan 3. 37 menit /5 m di perairan sekitar Lesa dan Batulewer (Teluk Tahuna). Kedalam daerah pengoperasian alat tangkap yaitu 22.6 m sampai dengan 44.8 m. The existence of fishing grounds for fishing businesses, especially the scope of small fishermen, greatly affects economic conditions. The closer the fishing area is, the easier it will be to reach and minimize production costs. The high level of human activity in a waters is one of the important factors that cause changes in water conditions. In Tahuna Bay and its surroundings, fishermen have difficulty catching demersal fish around Tahuna Bay. This study aims to examine the existence of demersal fishing areas with a descriptive method approach. Data retrieval includes depth, current and position using GPS. The results obtained are that the demersal fishing area begins to shift towards Maselihe (further than before), this can be seen from the lower number of catches in Tahuna Bay than around Maselihe. The number of fishing areas consists of 8 posts, with current speeds ranging from 8 second/5 m in the waters around Maselihe, and to 3.37 minutes /5 m in the waters around Lesa and Batulewer (Teluk Tahuna). The depth of the fishing gear operating area is 22.6 m to 44.8 m.
Copyrights © 2022