Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sekedar untuk tuntutan saja tetapi juga suatu kebutuhan yang pokok. Permasalahan literasi yang muncul karena pengembangan kemampuan membaca masih dipersepsikan sebagai bagian dari tanggung jawab mata pelajaran bahasa saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (a) kondisi literasi di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto, (b) kondisi berfikir kritis di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto, (c) bentuk kegiatan tambahan literasi di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto, (d) dampak kegiatan tambahan literasi pada berfikir kritis peserta didik di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kondisi literasi di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto terlaksana kurang baik. (2) Kondisi berfikir kritis pada peserta didik sebelum terlaksana dengan baik kegiatan tambahan literasi yaitu peserta didik hanya mampu memahami suatu permasalahan dengan cara pandang yang lemah. (3) Bentuk kegiatan tambahan literasi pada peserta didik di SDN Pulorejo 1 Kota Mojokerto yaitu dengan kegiatan membaca buku cerita yang ada di sudut baca kelas selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. (4) Dampak yang muncul dari kegiatan tambahan literasi pada berfikir kritis peserta didik adalah mereka telah mampu menyimpulkan dan menafsirkan persoalan yang dihadapi.
Copyrights © 2022