Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak keluarga broken home terhadap sosial emosional anak usia dini usia 5-6 tahun. Penelitian ini mengkaji terkait bentuk-bentuk keluarga broken home dan dampak yang di timbulkan terhadap aspek perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Jumlah responden sebanyak 13 orang siswa yang mengalami broken home. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumantasi. Untuk mengukur keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi, member check, focus group diskusi, dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk keluarga broken home karena perceraian orang tua, disebabkan faktor psikologis berupa adanya kecemburuan terhadap pasangan, selain itu faktor ekonomi serta dampaknya terhadap sosial emosional yang di timbulkan terhadap anak usia 5-6 tahun adalah anak kecenderungan menunjukkan sikap menjadi lebih pendiam, kurangnya rasa percaya diri anak, menurunnya minat anak untuk berosialisasi aktif dengan teman sebayanya
Copyrights © 2022