Indonesia menempati urutan ke tiga setelah India dan China dengan beban Tuberkulosis Paru (TB) tertinggi di dunia. Dalam penanggulangan Tuberculosis Paru, WHO (World Health Organization) telah merekomendasikan strategi Directly Observed Treatment Short Course (DOTS). Penderita Tuberculosis Paru agar dapat sembuh diperlukan kepatuhan dalam pengobatan selama minimal 6 bulan. Agar penderita Tuberculosis Paru dapat patuh dalam berobat ada banyak faktor yang mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan berobat pada penderita Tuberculosis Paru di UPT Puskesmas Lawe Alas. Faktor yang diteliti meliputi: Pengetahuan, Efek samping OAT, PMO, Peran Keluarga, Faktor Ekonomi, Motivasi Diri, Kepatuhan Berobat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross-sectional, berlokasi di UPT Puskesmas Lawe Alas pada tahun 2021. Populasi berjumlah 71 orang dan pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin yaitu 60 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antar faktor pengetahuan, efek samping OAT, PMO, peran Keluarga, Faktor Ekonomi, Motivasi Diri Di Puskesmas Lawe Alas.
Copyrights © 2022