Poligami merupakan salah satu realita yang menimbulkan kontroversi di lingkungan masyarakat karena adanya anggapan bahwa dalam hal ini perempuan adalah pihak yang dirugikan, diposisikan sebagai korban, dan tidak berdaya. Film sebagai media komunikasi massa yang menjadi representasi tentang keadaan nyata di sosial masyarakat turut andil dalam memperkuat anggapan tersebut. Akan tetapi film “Berbagi Suami” dapat menceritakan kehidupan perempuan yang dipoligami dengan memberikan citra yang berbeda dengan memposisikan perempuan sebagai manusia seutuhnya yang dapat berkembang. Dengan menggunakan alat analisis tematik pada scene yang terpilih, dapat ditentukan tema dan pola dari film “Berbagi Suami”. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan sebagai pihak yang sering diposisikan oleh media sebagai pihak yang tidak berdaya adalah seorang manusia dapat berkembang sesuai potensinya sehingga dapat mengaktualisasikan dirinya di mana hal tersebut merupakan tujuan ideal setiap manusia sesuai dengan teori humanistik Abraham Maslow.
Copyrights © 2022