Intensi formulasi karya ilmiah ialah menemukan dan menganalisis (1) desain improvisasi moderasi beragama perspektif “e-KonTraS“ di madrasah (2) implementasi improvisasi moderasi beragama perspektif “e-KonTraS“ di madrasah (3) efektifitas improvisasi moderasi beragama perspektif “eKonTraS“ terhadap perilaku peserta didik dalam memanifestasikan Pelajar Pancasila Rahmatan lil Alamin. Hierarki riset mengimplementasikan Riset and Development dengan metode ADDIE. Metode tersebut mencakup lima hierarki Pertama, Analisis (analysis). Kedua, rancangan (design). Ketiga, pengembangan (development). Keempat, implementasi (implementation). Kelima, evaluasi (evaluation). Hasil riset mendeterminasikan bahwa (1) desain improvisasi moderasi beragama perspektif “e-KonTraS“ merupakan interpretasi konsep equity (keseimbangan) yang direpresentasikan sebagai respons alterasi zaman dan respek terhadap khazanah budaya lokal. (2) perspektif “eKonTraS“ diimplementasikan melalui diversifikasi konten digital yang bersifat konstruktif inovatif dengan format happy learning paradigma kearifan budaya lokal (3) “e-KonTraS“ efektif diaplikasikan dalam memanifestasikan profil pelajar Rahmatan lil Alamin di madrasah dengan indikator meningkatnya sikap nalionalisme, sikap peduli, saling menghormati dan menghargai perbedaan, sikap respek terhadap budaya lokal serta belajar hidup berdampingan secara rukun dan damai dalam bingkai kebhinekaan (learning to live together).
Copyrights © 2022