Salah satu bentuk sabun yang banyak beredar di pasaran saat ini adalah bentuk sabun cair. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kimia dan farmasi, perkembangan kosmetik mulai ke arah natural, yaitu dengan penambahan bahan alami, seperti penambahan filtrat bengkuang pada sabun cair. Dalam upaya mencapai efek yang optimum penggunaan sabun cair diperlukan sistem penghantaran yang baik, seperti bentuk nano. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik nano liquid soap, apakah memenuhi standar SNI atau tidak. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Sedangkan parameter yang diamati adalah sifat fisik nano liquid soap berdasarkan SNI sabun cair 06-4085-1996, meliputi uji organoleptis, pH, bobot jenis, tinggi busa, dan transmitan. Formulasi dibuat dengan konsentrasi filtrat bengkuang yang berbeda-beda pada tiap formula 1,2,3 dan 4, yaitu 0%, 10%, 15%, 20%. Hasil penelitian yang didapat adalah, pada uji organoleptis didapat hasil formula 1 warna yang dihasilkan putih pucat, bau tengik, dan penampilan cair homogen, dan pada formula 2,3 dan 4 hasil yang didapat warna kuning, bau khas bengkuang dan penampilan cair homogen. Pada uji pH hasil yang didapat pada formula 1-4 berturut-turut 9,7; 9,7; 9,7 dan 9,5. Pada uji bobot jenis hasil yang didapat berturut-turut 1,0265; 1,0248; 1,0272 dan 1,0467. Pada uji tinggi busa hasil yang di dapat berturut-turut 46,7%; 37,5%; 39% dan 33,4%. Dan pada uji transmitan hasil yang di dapat adalah 67,1%; 84,5%; 64,7%, dan 78,8%.
Copyrights © 2020