Rauhul Akbar Kurniawan
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Uji Efek Sedatif Ekstrak Etanol Daun Kecubung Muda (Datura Metel L.) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Galur Wistar Rauhul Akbar Kurniawan; Rully Febriani
JIKF Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.761 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i2.564

Abstract

Insomnia merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan pengobatan, salah satu cara untuk mengatasi insomnia adalah menggunakan obat-obat golongan hipnotik-sedatif. Tanaman kecubung merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa kimia yang terdapat mulai dari akar, batang, tangkai, daun, bunga, dan biji. Senyawa yang terdapat dalam tanaman kecubung (Datura metel L.) alkaloid atropine, hiosiamin, skopolamin. Alkaloid atropine merupakan zat yang dapat menimbulkan efek bius bila masuk kedalam darah melalui saluran pernapasan, skopolamin sering digunakan sebagai obat mabuk laut, selain itu dapat berfungsi sebagai Analgesik (tahan sakit) dan Saporific (obat tidur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sedatif ekstrak etanol daun kecubung muda (Datura metel L.) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur wistar. Metode penelitian yang digunakan adalah true ekspirement (eksperimen sesungguhnya) dengan rancangan Postest Only Control Groups Design. Hasil penelitian ini menunjukan nilai sig <0,05 artinya ada pengaruh ekstrak daun kecubung muda (Datura metel L) sebagai efek sedatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ektrak daun kecubung muda (Datura metel L) memiliki efek sedatif terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur wistar. Untuk penelitian selanjunya sebaiknya dilakukan uji lanjutan untuk uji toksisitas dari bagian tanaman yang sama atau bagian tanaman yang berbeda.
Karakterisasi Nano Liquid Soap Berbahan Baku Virgin Coconut Oil (VCO) Dengan Penambahan Filtrat Buah Delima (Punica Granatum L.) Rauhul Akbar Kurniawan; Baiq Liza Zafira
JIKF Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesahatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v10i1.1092

Abstract

Kulit merupakan organ permukaan luar tubuh dan membatasi lingkungan dalam tubuh dengan lingkungan luar dan pada umumnya berfungsi untuk menutupi dan melindungi permukaan tubuh serta berfungsi sebagai tempat ekskresi. Penggunaan sabun mandi cair merupakan salah satu cara untuk melindungi kulit dari debu dan kotoran dengan penambahan bahan alami, seperti penambahan filtrat buah delima sebagai sumber vitamin C. Namun dalam upaya mencapai efek yang optimum penggunaan sabun mandi cair diperlukan sistem penghantaran yang baik seperti bentuk nano. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifar fisik nano liquid soap, apakah memenuhi standar SNI 06-4085-1996 sabun cair yang meliputi uji organoleptis, pH, bobot jenis, tinggi busa dan transmitan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian true eksperimental. Sampel yang digunakan adalah buah delima merah. Formulasi dibuat dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu F1 : 0%, F2 : 10%, F3 : 15%, dan F4 : 20%. Hasil penelitian yang didapat adalah pada uji organoleptis didapat hasil F1 warna putih bening, bau khas VCO, dan penampilan cair homogen sedangkan pada F2-F4 yaitu warna merah, bau khas VCO, dan bentuk cair homogen. Uji pH yang didapat dengan nilai pH rata-rata pada F1-F4 berturut-turut 11,7; 12,5; 12,7; dan 12,8. Uji bobot jenis yang didapat dengan rata-rata pada F1-F4 berturut-turut 1,0465 g/mL; 1,0488 g/mL; 1,0531 g/mL; dan 1,0538 g/ mL. Uji tinggi busa yang didapat dengan rata-rata pada F1-F4 berturut-turut 4,20%; 6,69%; 7,58%; dan 8,03%. Uji transmitan yang didapat dengan rata-rata pada F1-F4 berturut-turut 98,3%; 98,4%; 98,0% dan: 95,6%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah nano liquid soap tersebut tidak memenuhi standar SNI 06-4085-1996.
Pengaruh Penambahan Filtrat Wortel (Daucus Carota) Pada Karakteristik Nano Liquid Soap Berbahan Baku VCO (Virgin Coconut Oil) Rauhul Akbar Kurniawan; Ayu Srintiani
JIKF Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v7i2.1095

Abstract

Sabun mandi cair adalah produk strategis, produk modern, produk praktis dan ekonomis yang banyak diminati oleh masyarakat modern. Selain bahan utama, sabun mandi cair dapat ditambahkan bahan lain yang memiliki fungsi tertentu seperti antioksidan. Salah satu sumber antioksidan alami adalah β–Karoten pada wortel. Pada penelitian ini digunakan VCO sebagai bahan baku dan diubah menjadi sabun mandi cair dengan proses saponifikasi menggunakan KOH. Sabun mandi cair dibagi menjadi tiga formla dengan ditambahkan masing-masing 10 ml, 15 ml dan 20 ml filtrat wortel. Masing-masing formula diubah menjadi nano partikel dengan sonikasi. Karakteristik fisik sediaan Nano Liquid Soap yang ditambahkan filtrat wortel diuji pH, transmitan dan organoleptik. Penambahan filtrat wortel berpengaruh terhadap transmitan, semakin banyak filtrat ditambahkan maka transmitan semakin kecil. Hasil uji pH dan Organoleptik tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Hasil uji pada penambahan 10 mL filtrat wortel diperoleh hasil uji pH sebesar 8.3, uji transmitan 62,5% dan uji organoleptis berupa aroma khas VCO, warna jingga dan penampilan homogen.
Karakterisasi Nano Liquid Soap Berbahan Baku VCO (Virgin Coconut Oil) Dengan Penambahan Filtrat Buah Mentimun Rauhul Akbar Kurniawan; Pramudya Ollga S.S
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.1098

Abstract

Infeksi kulit masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. penggunaan sabun mandi cair merupakan salah satu cara untuk melindungi kulit dari infeksi bakteri dan mencegah penyakit infeksi kulit dengan penambahan bahan alamI yang dapat menangkal radikal bebas. Buah mentimun merupakan buah yang memiliki kandungan potassium dan vitamin C dengan kadar cukup tinggi sehingga sangat efektif dalam menangkal radikal bebas yang membuat manusia mengalami penuaan d ini, vitamin C dalam mentimun membantu mencerahkan, mengencangkan kulit dan mencegah kerutan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian true eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul akibat adanya perlakuan tertentu seperti karakteristik sifat fisik nano liquid soap dengan bahan baku VCO yang ditambahkan filtrat buah mentimun (Cucumis sativa L.) Sampel yang digunakan adalah buah mentimun. Formulasi dibuat dengan konsentrasi yang berbeda-beda (0%, 10%, 15%, dan 20% dengan uji karakteristik sifat fisik nano liquid soap seperti uji pH, transmitan, tinggi busa, dan organoleptis. Hasil penelitian yang dilakukan dengan konsentrasi 0%, 10%, 15%, 20% pada uji pH memenuhi standar SNI 06-4085-1966 yang memiliki parameter 8-11. uji transmitan hanya formulasi dengan konsetrasi 10% yang memenuhi standar dan uji organoleptik memenuhi standar SNI yaitu warna khas, bau khas, dan penampilan cair homogeni. Kesimpulan formulasi yang paling bagus antara konsentrasi 0% , 10%, 15%, 20% yaitu formulasi 10% pada uji pH (9,2), transmitan (94,7% ), dan organoleptik. karena formulasi dengan kosentrasi 10% yang memiliki tingkat kemaksimalan yang bagus untuk pembuatan nano.
Karakterisasi Nano Liquid Soap Berbahan Baku Virgin Coconut Oil (VCO) Dengan Penambahan Filtrat Umbi Bengkuang (Pachyhizus Erosus L.) Rauhul Akbar Kurniawan; Diyah Husnul Khotimah
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1110

Abstract

Salah satu bentuk sabun yang banyak beredar di pasaran saat ini adalah bentuk sabun cair. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kimia dan farmasi, perkembangan kosmetik mulai ke arah natural, yaitu dengan penambahan bahan alami, seperti penambahan filtrat bengkuang pada sabun cair. Dalam upaya mencapai efek yang optimum penggunaan sabun cair diperlukan sistem penghantaran yang baik, seperti bentuk nano. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik nano liquid soap, apakah memenuhi standar SNI atau tidak. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Sedangkan parameter yang diamati adalah sifat fisik nano liquid soap berdasarkan SNI sabun cair 06-4085-1996, meliputi uji organoleptis, pH, bobot jenis, tinggi busa, dan transmitan. Formulasi dibuat dengan konsentrasi filtrat bengkuang yang berbeda-beda pada tiap formula 1,2,3 dan 4, yaitu 0%, 10%, 15%, 20%. Hasil penelitian yang didapat adalah, pada uji organoleptis didapat hasil formula 1 warna yang dihasilkan putih pucat, bau tengik, dan penampilan cair homogen, dan pada formula 2,3 dan 4 hasil yang didapat warna kuning, bau khas bengkuang dan penampilan cair homogen. Pada uji pH hasil yang didapat pada formula 1-4 berturut-turut 9,7; 9,7; 9,7 dan 9,5. Pada uji bobot jenis hasil yang didapat berturut-turut 1,0265; 1,0248; 1,0272 dan 1,0467. Pada uji tinggi busa hasil yang di dapat berturut-turut 46,7%; 37,5%; 39% dan 33,4%. Dan pada uji transmitan hasil yang di dapat adalah 67,1%; 84,5%; 64,7%, dan 78,8%.