Bidik : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 3 No. 1 (2022): Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Memperkenalkan Semiotika Kesantrian Sebagai Persiapan Membangun Negeri

Munandar Munandar (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Dolla Sobari (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Masyhur Masyhur (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)



Article Info

Publish Date
02 Nov 2022

Abstract

Abstract Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berbasis agama, baik yang berbasis tradisional maupun yang modern. Pesantren mengajarkan al-Qur’an dan Bahasa Arab, ilmu keislaman, dan ketrampilan hidup. Pelajar di Pesantren disebut santri. Mereka dididik dan diasah untuk menjadi generasi yang mempunyai peran besar dalam membangun negeri, baik di bidang keagamaan, pendidikan, social masyarakat pemerintahan maupun perpolitikan. Rutinitas santri dalam mengenyam pendidikan berlangsung selama 24 jam. proses Pendidikan ini menjadikan mareka memiliki kemampuan dan ketrampilan serta daya saing sebagai persiapan untuk membangun Indonesia kedepan. Para santri terbiasa mengaji dan mengkaji al-Qur’an sebagai pondasi menganalisis permasalahan bangsa. Mereka terbiasa memakai jas dan dasi sebagai persiapan untuk terjun di ajang-ajang bergengsi. Simbol-simbol sebagai anak bangsa yang sukses dan kontributif telah mereka gunakan sejak dini. Harapan kedepan, mereka akan berperan aktif dalam membangun negeri ini. Abstract Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berbasis agama, baik yang berbasis tradisional maupun yang modern. Pesantren mengajarkan al-Qur’an dan Bahasa Arab, ilmu keislaman, dan ketrampilan hidup. Pelajar di Pesantren disebut santri. Mereka dididik dan diasah untuk menjadi generasi yang mempunyai peran besar dalam membangun negeri, baik di bidang keagamaan, pendidikan, social masyarakat pemerintahan maupun perpolitikan. Rutinitas santri dalam mengenyam pendidikan berlangsung selama 24 jam. proses Pendidikan ini menjadikan mareka memiliki kemampuan dan ketrampilan serta daya saing sebagai persiapan untuk membangun Indonesia kedepan. Para santri terbiasa mengaji dan mengkaji al-Qur’an sebagai pondasi menganalisis permasalahan bangsa. Mereka terbiasa memakai jas dan dasi sebagai persiapan untuk terjun di ajang-ajang bergengsi. Simbol-simbol sebagai anak bangsa yang sukses dan kontributif telah mereka gunakan sejak dini. Harapan kedepan, mereka akan berperan aktif dalam membangun negeri ini.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

bidik

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science Social Sciences

Description

Tulisan yang dimuat pada "Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat" adalah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM), yang mencakup bidang ilmu humaniora (bahasa, sastra, seni), ilmu perpustakaan, informasi, dokumentasi, dan ilmu sosial lainnya. Jurnal ini terbuka bagi para akademisi dan ...