Latar Belakang: Prevalensi GGK di Dunia mengalami peningkatan sejak tahun 1990-2017 sebesar 41.5%. GGK juga menempati urutan ke-18 sebagai salah satu penyakit penyebab kematian utama di Dunia. Sementara itu, prevalensi GGK di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 3.8% Salah satu indikator untuk mengetahui fungsi ginjal adalah kadar serum kreatinin (SCr). Pasien GGK disarankan melakukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis. Pasien yang menjalani dialisis berisiko mengalami malnutrisi kategori gizi kurang akibat inadekuat asupan energi dan zat gizi salah satunya karbohidrat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dengan kadar serum kreatinin pada pasien GGK yang menjalani treatment dialisis. Metode: Dilakukan menggunakan metode literature review secara sistematis dengan pendekatan kualitatif dari tiga pangkalan data yaitu PubMed, Science Direct dan Google Scholar. Kriteria inklusi adalah artikel dengan metode penelitian kualitatif, dipublikasi 15 tahun terakhir, dan dengan variabel penelitian yang mana menjadi kata kunci pencarian adalah pasien GGK; menjalani dialisis; asupan karbohidrat; kadar serum keatinin. Hasil: Didapatkan enam penelitian inklusi (n=6) yang relevan. Dari penelitian inklusi ditemukan penemuan yang menyatakan bahwa pasien GGK berisiko mengalami malnutrisi dan kadar serum kreatinin melebihi kadar normal. Namun, dari enam artikel tersebut tidak dapat disimpulkan keterkaitan antara asupan karbohidrat dengan kadar serum kreatinin. Simpulan: Belum dijelaskan secara jelas pada setiap penelitian terkait hubungan langsung antara asupan karbohidrat dan kadar serum kreatinin. Namun pasien berisiko mengalami malnutrisi.
Copyrights © 2022