Meskipun bukan kitab suci, hadis menempati posisi yang tidak kalah penting dalam kehidupan umat Islam, sehingga banyak aktivitas yang di dasarkan pada hadis. Penyebar luasan hadis semakin menemukan peluang ketika media baru memfasilitasi umat manusia dalam beragama. Contoh kasus yang menunjukkan hal tersebut adalah Komunitas Pecinta Puasa Sunnah Umat yang memanfaatkan media WhatsApp (WA). Menggunakan paradigma sosiologi komunikasi, kajian ini fokus pada dua aspek, yaitu tentang komunikasi berupa proses resepsi hadis dan aspek sosiologi berupa efek yang muncul dari komunikasi tersebut. Melalui kajian pada aspek komunikasinya, maka kemunculan grup KOPPUSAT menunjukkan bentuk transformasi pemahaman hadis di era digital, di mana realita resepsi hadis tidak terbatas pada ruang nyata manusia tapi juga dunia maya yang menafikan batas geografis. Berbagai elemen komunikasi, seperti komunikator, pesan, saluran, komunikan dan lain sebagainya, memainkan peran penting masing-masing dalam proses resepsi dan aktualisasi terhadap pembacaan hadis. Efek utama yang timbul dari bentuk komunikasi dalam grup ini adalah kemunculan realitas berupa aktivitas harian pengamalan hadis. Aktivitas tersebut, selanjutnya mendorong proses konstruksi realitas hadis di tengah masyarakat dengan lebih cepat dan luas.
Copyrights © 2022