Hidup dalam kekayaan menjadi harapan semua orang termasuk orang Kristen, terlebih dalam era globalisasi. Namun demikian Tuhan Yesus dalam kitab Injil sepertinya menentang perspektif demikian misalkan dalam kisah orang kaya yang bodoh (Lukas 12: 13-20). Kepemilikan kekayaan dianggap sebagai kebodohan oleh-Nya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengajaran Tuhan Yesus tentang konsep kekayaan dalam Injil Lukas sehingga melaluinya para pembaca khususnya orang Kristen memiliki pemahaman yang komprehensif.Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif. Sumber data didapatkan dari studi Alkitab dan literatur yang terdiri dari buku-buku, internet, artikel, serta data tertulis lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Secara spesifik penelitian ini akan menerapkan metode Teologi Biblika mencakup pendekatan hermeneutik untuk pengkajian Alkitab dengan tujuan memahami makna teks yang dalam penelitian ini difokuskan dengan pengajaran Tuhan Yesus tentang konsep kekayaan dalam Injil Lukas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengajaran Tuhan Yesus tentang konsep kekayaan dalam Injil Lukas mencakup: Pertama, adanya konsep kekayaan jasmani dan rohani. Kekayaan jasmani berarti memiliki harta benda, sedangkan kekayaan rohani berarti memiliki kehidupan dan tinggal dalam kerajaan Allah yaitu jaminan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Kedua, karakteristik konsep kekayaan jasmani dan rohani. Kekayaan jasmani yang berarti memiliki harta benda bersifat netral artinya tidak jahat dan tidak baik tergantung di tangan siapa dan digunakan untuk apa? Sedangkan menurut Yesus Kristus kekayaan Rohani bersifat mutlak diperlukan oleh semua orang. Kata kunci: Pengajaran Yesus, Konsep Kekayaan, Injil Lukas.
Copyrights © 2022