Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya nilai kemampuan berbicara siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan. Hal ini terbukti dari hasil yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran berbicara adalah 6,0 dapat dikategorikan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan karena masih di bawah nilai KKM 6,8. Selain itu, kelemahan dalam pembelajaran ini adalah berasal dari faktor guru dan siswa. Dari faktor guru, dalam kegiatan keterampilan berbicara guru tidak memanfaatkan metode atau teknik yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Sedangkan dari faktor siswa, dalam proses pembelajaran berbicara, pembicaraannya tidak sistematis dan sangat sulit dipahami. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 AMPENAN tahun ajaran 2021/2022. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan tahun ajaran 2021/2022 dengan menerapkan metode simulasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, sedangkan hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Simulasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan dapat dinyatakan berhasil karena telah mencapai target. Terbukti dari hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: pada siklus I rata-rata kelas mencapai 66,48 dan ketuntasan belajar mencapai 56,67% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 orang. Pada siklus II rata-rata kelas mencapai 77,22 dan ketuntasan belajar mencapai 90% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 27 orang. Jadi kesimpulannya dengan penerapan metode Simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Copyrights © 2022