Isniwati Isniwati
Sekolah Dasar Negeri 9 Ampenan, Dinas Pendidikan Kota Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SAINS DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS VB SDN 9 AMPENAN Isniwati Isniwati
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v7i1.5898

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan tentang pembelajaran Sains di kelas tinggi khususnya di kelas V.B. diketahui bahwa proses pembelajaran lebih dominan dan terpusat pada guru menyebabkan siswa menjadi pasif. Anggapan bahwa Sains pelajaran yang sulit merupakan salah satu penyebab dari rendahnya proses dan hasil belajar siswa, dilakukan kegiatan dengan menerapkan metode pembelajaran Kerja Kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Sains dengan menggunakan metode Kerja Kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V.B SDN 9 Ampenan dengan jumlah siswa 44 siswa yang terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber data dari siswa diperoleh dari evaluasi hasil belajar dan hasil kerja kelompok LKS. Penelitian ini dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa di tiap siklusnya, sekurang-kurangnya siswa mendapat nilai >65 dan ketuntasan belajar mencapai 85%. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata kelas 67,27 dengan persentase ketuntasan klasikal 68,18% dan rata-rata aktivitas siswa 9,33 dengan persentase 51,83%. Pada sikklus II rata-rata kelas meningkatkan menjadi 78,98 dengan persentase ketuntasan klasikal 86,36 % dan rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi 13,51 dengan persentase 75,05 %. Oleh karena itu, standar ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan yaitu 86% sudah tercapai. Berdasarkan analisa hasil penelitian tersebut penggunaan metode Kerja Kelompok ternyata mampu meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
PENERAPAN METODE SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SDN 9 AMPENAN Isniwati Isniwati
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v7i2.5909

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya nilai kemampuan berbicara siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan. Hal ini terbukti dari hasil yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran berbicara adalah 6,0 dapat dikategorikan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan karena masih di bawah nilai KKM 6,8. Selain itu, kelemahan dalam pembelajaran ini adalah berasal dari faktor guru dan siswa. Dari faktor guru, dalam kegiatan keterampilan berbicara guru tidak memanfaatkan metode atau teknik yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Sedangkan dari faktor siswa, dalam proses pembelajaran berbicara, pembicaraannya tidak sistematis dan sangat sulit dipahami. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 AMPENAN tahun ajaran 2021/2022. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan  tahun ajaran 2021/2022 dengan menerapkan metode simulasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, sedangkan hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan rumus. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Simulasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas V.B SDN 9 Ampenan dapat dinyatakan berhasil karena telah mencapai target. Terbukti dari hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: pada siklus I rata-rata kelas mencapai 66,48 dan ketuntasan belajar mencapai 56,67% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 orang. Pada siklus II rata-rata kelas mencapai 77,22 dan ketuntasan belajar mencapai 90% dan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 27 orang. Jadi kesimpulannya dengan penerapan metode Simulasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.