Pasien serangan jantung dilakukan tindakan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) dengan pemasangan Stent untuk membuka pembuluh darah jantung yang mengalami oklusi, namun pasca tindakan ada risiko terjadi oklusi kembali berdampak serangan jantung berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Risiko Serangan Jantung Pada Pasien Post Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty Di Rs X. Jenis penelitian kuantitatif, retrospektif. Sample penelitian adalah data rekam medis pasien yang telah menjalani prosedur PTCA selama bulan Januari 2019 – Desember 2020 dengan sample sebanyak 112 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis univariat didapatkan mayoritas responden berusia lansia > 55 tahun (72%), laki-laki (79,5%), Riwayat Diabetes Melitus (50%), Riwayat Hipertensi (40,2%), Riwayat Dislipidemia (33,9%), Merokok (66,1%), Riwayat serangan berulang (31,3%). Hasil analisis bivariat didapatkan secara statistic ada hubungan yang bermakna antara riwayat diabetes melitus (p-value = 0,041; p<0,05) dengan resiko serangan jantung berulang, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,932) jenis kelamin (p-value = 0,682), Riwayat hipertensi (p-value = 0,287), Riwayat dislipidemia (p-value = 0,554) dan merokok (p-value = 0,100); p>0,05 pada pasien post PCI dengan risiko serangan jantung berulang. Saran khususnya perawat yang bertugas di unit rawat jalan untuk meningkatkan pelayanan dan asuhan keperawatan dengan memberikan edukasi mengenai pengaturan pola hidup sehat dan Kontrol rutin pada pasien post PCI untuk mencegah serangan jantung berulang terutama pada pasien DM. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty , Serangan Jantung berulang.
Copyrights © 2022