AGRISE
Vol 12, No 1 (2012)

Identifikasi Hubungan Jangka Panjang Dan Analisis Keberadaan Rantai Pasok Di Agroindustri Kerupuk Singkong Dalam Rangka Mewujudkan Penganekaragaman Pangan

Rini Dwi Astuti (Department of Agricultural Socio-Economics, Agriculture Faculty, Brawijaya University)
Tatiek Koerniawati Anjani (Unknown)
Mirza Hardani (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2012

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karena mampu diolah menjadi banyak produk turunan. Salah satu produknya yaitu kerupuk singkong yang merupakan hasil olahan agroindustri yang terletak di kecamatan Junrejo – Batu. Pada agroindustri kerupuk singkong tersebut sudah memiliki saluran pemasaran yang terdiri dari petani – pemasok – agroindustri – distributor – pedagang sampai ke konsumen. Namun belum adanya ikatan kontrak antar rekan dagang membuat proses pemasokan bahan baku sampai pendistribusian produk sering kali terlambat. Padahal untuk bisa unggul ditengah persaingan produk yang serupa, diperlukan strategi yang dapat menghasil produk dengan kualitas baik, murah dan cepat tersedia (better, cheaper, faster). Salah satu strategi yang dapat menunjang penciptaan produk yang demikian adalah rantai pasok. Namun rantai pasok pada agroindustri, apalagi yang masih bersifat tradisional seperti agroindustri kerupuk singkong ini masih diragukan keberadaannya. Oleh karena itu untuk mengetahui keberadaan rantai pasok pada agroindustri kerupuk singkong, dapat dideteksi melalui hubungan jangka panjang yang terjalin antar rekan dagang. Hubungan jangka panjang tersebut meliputi 5 dimensi yaitu kepuasan, kepercayaan, komunikasi, ketergantungan, dan komitmen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan jangka panjang, dan menganalisis keberadaan rantai pasok pada agroindustri kerupuk singkong. Hasil penelitian diperoleh data bahwa dari kelima dimensi tersebut paling tinggi nilainya yaitu variabel komitmen (21,2%), kemudian ketergantungan menempati posisi kedua (20,4%), variabel komunikasi (20,3%), dan yang terakhir adalah variabel kpercayaan dan kepuasan yang masing - masing bernilai 18,3% dan 19,8%. Setelah diketahui hubungan jangka panjang yang terjadi antar rekan dagang pada saluran distribusi tersebut, kemudian digunakan perhitungan skala likert dengan bantuan program SPSS (compute dan record data). Dari perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pada saluran pemasaran di agroindustri kerupuk singkong sudah terdapat hubungan jangka panjang antar rekan dagangnnya, namun belum terdapat aliran rantai pasok (terdiri dari aliran barang, uang, dan informasi). Kata kunci: Rantai Pasok Agroindustri

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

AGRISE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance

Description

AGRISE adalah Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FPUB. Pada tahun ...