Konflik merupakan hal yang biasa terjadi dalam kehidupan pernikahan, termasuk pasangan suami istri usia remaja. Adanya konflik dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi relasi pernikahan, tergantung bagaimana individu mengelola dan menyelesaikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara gaya resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan pada remaja yang menikah. Partisipan penelitian ini adalah 65 remaja tahap akhir (18-23 tahun) yang telah menikah dan tinggal di Jakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Thomas Kilmann Instrument (TKI) untuk mengukur gaya resolusi konflik dan ENRICH Marital Satisfaction (EMS) untuk mengukur kepuasan pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan gaya resolusi konflik tidak berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pernikahan pada remaja yang telah menikah. Meski demikian, kami menemukan juga bahwa terdapat perbedaan skor kepuasan pernikahan yang signifikan ditinjau dari status pekerjaan dan jumlah anak.
Copyrights © 2022