Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Bayam Siumbut-umbut, Kec. Kisaran Timur, Kab. Asahan dari bulan April sampai Juli 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial terdiri atas 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk dolomit terdiri dariD0 = 0 g/plot, D1 = 33,75g/plot, D2 = 67,5 g/plot, D3 = 101,25g/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk sludge yaitu S0 = 0 kg/plot, S1 = 1,9 kg/plot, S2 = 3,8 kg/plot, S3 = 5,7 kg/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, bobot polong per tanaman sampel, bobot polong per plot, jumlah biji per tanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel, bobot biji per plot, bobot 100 biji per plot. Analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian dolomit berpengaruh nyata terhadap, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, jumlah biji per tanaman sampel, bobot polong per tanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel, bobot biji per plot dan pemberian sludge berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, jumlah biji per tanaman sampel, bobot polong pertanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel. Sedangkan interaksi pemberian dolomit dan sludge berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, jumlah biji per tanaman sampel, bobot polong per tanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel. Pertumbuhan dan produksi kacang tanah semakin meningkat dengan meningkatnya dosis pupuk dolomit dan pupuk sludge Kata Kunci : Dolomit, Sludge, Kacang Tanah
Copyrights © 2022