Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RESPON PEMBERIAN PUPUK DOLOMIT DAN PUPUK LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT (SLUDGE) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEAL L) Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2713

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Bayam Siumbut-umbut, Kec. Kisaran Timur, Kab. Asahan dari bulan April sampai Juli 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial terdiri atas 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk dolomit terdiri dariD0 = 0 g/plot, D1 = 33,75g/plot, D2 =  67,5 g/plot, D3 = 101,25g/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk sludge yaitu S0 = 0 kg/plot, S1 = 1,9 kg/plot, S2 = 3,8 kg/plot, S3 = 5,7 kg/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, bobot polong per tanaman sampel, bobot polong per plot, jumlah biji per tanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel, bobot biji per plot, bobot 100 biji per plot. Analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian dolomit berpengaruh nyata terhadap, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, jumlah biji per tanaman sampel, bobot polong per tanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel, bobot biji per plot dan pemberian sludge berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, jumlah biji per tanaman sampel,  bobot polong pertanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel. Sedangkan interaksi pemberian dolomit dan sludge berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah bunga, jumlah polong per tanaman sampel, jumlah biji per tanaman sampel,  bobot polong per tanaman sampel, bobot biji per tanaman sampel. Pertumbuhan dan produksi kacang tanah semakin meningkat dengan meningkatnya dosis pupuk dolomit dan pupuk sludge Kata Kunci :  Dolomit, Sludge, Kacang Tanah
PENGARUH PEMBERIAN NPK MUTIARA DAN POC GEDEBOK PISANG KEPOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAKCOY ( BRASSICA RAPA L.) Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih
JURNAL PIONIR Vol 9, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v9i1.3231

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Sirsak, Sentang, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan November 2022 sampai dengan Januari 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial terdiri atas 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk NPK terdiri dari N­0 = 0 gram/plot  ;  N1= 40 gram/plot  N2= 80 gram/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk Gedebok Pisang yaitu K0 = 0 ml/liter air//plot  ;   K1  = 100 ml/liter air/plot  ;  K2        = 200 ml/liter air/plot   ;  K3 = 300 ml/liter air/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, Jumlah daun (helai), Produksi per tanaman sampel, Produksi per plot. Analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian Pemberian pupuk Gedebok Pisang menunjukkan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,  produksi per tanaman sampel dan produksi per plot, dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan 300 ml/liter air/plot.  Pemberian pupuk NPK menunjukkan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,  produksi per tanaman sampel dan produksi per plot, dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan 80 gram/plot.  Interaksi antara pemberian pupuk Gedebok Pisang dan pupuk NPK menunjukkan pengaruh sangat nyata pada parameter amatan tinggi tanaman namun menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap Parameter amatan Jumlah Daun, Produksi Tanaman Per Sampel, dan Produksi Tanaman Per Plot Kata Kunci :  NPK, Gedebok, Pakcoy
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA KUNING (CITRULLUSVULGARIS)TERHADAP APLIKASI PUPUK JAMU BUMI DAN BIO URINE KAMBING Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih
JURNAL PIONIR Vol 9, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v9i2.3689

Abstract

Semangka Kuning (Citrullusvulgaris) saat ini cukup populer dan banyak digemari oleh masyarakat karena kandungan nutrisi, tinggi protein, dan rendah lemak.  Dalam pertumbuhan dan produksi maksimal harus menggunakan pupuk.Jamu bumi merupakan pupuk yang mengandung unsur yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi tanaman semangka karena banyak mengandung unsur-unsur essensial, Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Faktor Jamu Bumi perlakuan (B) dengan 3 taraf yaitu B0   = 0 (kontrol) ; B1= 100 ml/ltr ; B2= 200 ml/ltr. Faktor kedua adalah Bio Urine Kambing (U) dengan 4 taraf, yaitu U0  = (kontrol) ; U1  = (40 ml/plot) ; U2    = (80 ml/plot) ; U3   = (120 ml/plot)t.  Hasil menunjukkan bahwa perlakuanjamu bumi yang terbaik 6 MST pada perlakuan 200ml/ltr (B2) meliputi panjang tanaman terpanjang yaitu 199,08 cm, jumlah helai daun yaitu 49,08 helai, untuk hasil produksi perlakuan 200 ml/ltr (B2)  tertinggi diameter buah yaitu 13,13 cm produksi tanaman persampel yaitu 3,70 kg dan produksi tanaman perplot yaitu 6,71 kg. Kata kunci: Jamu, Semangka, Urine
PENGGUNAAN TEKNOLOGI LISTRIK SEDERHANA BOLA LAMPU UNTUK MENGETAHUI KUALITAS PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA BENTENG JAYA Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih; Harmayani Harmayani; Fachrina Wibowo; Armaniar Armaniar; Cik Zulia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42080

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman.  Kebutuhan pupuk terus meningkat seiring dengan peningkatan hasil produksi tanaman.  Permintaan akan kebutuhan pupuk meningkat maka produsen penghasil pupuk tidak menutup kemungkinan membuat pupuk yang tidak memiliki kualitas atau tidak memliki manfaat untuk tanaman.  Dengan menggunakan teknologi sederhana menggunakan bola lampu yaitu menggunakan sistem kerja bersumber dari muatan elektron terdiri dari muatan positif dan negatif yang dapat menghidupkan bola lampu.  Semakin terang bola lampu menyala semakin banyak muatan elektron yang terdapat pada suatu larutan pupuk tersebut dan dapat dinyatakan pupuk tersebut banyak mengandung unsur hara yang berguna pada tanaman untuk pertumbuhan dan perkembang.
Pembuatan Kompor Burner dengan Bahan bakar Oli Bekas Untuk Melebur Alumunium Bekas di Kampung Melayu Timur Kecamatan Teluk Naga Tangerang Surya Irawan; Sri Susanti Ningsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3977

Abstract

AbstrakUsaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan Usaha industri rumah tangga daur ulang aluminium barang bekas, hadir untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan peluang bisnis yang sangat potensial dikembangkan, karena bahan bakunya murah dan mudah diperoleh. Adapun arahaan dari penelitian ini adalah untuk membentuk wirausaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas Alumunium agar masyarakat setempatdapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan berkreasi, berkarya dan berdaya juang untuk mengubah barang bekas yang tidak bernilai secara ekonomis menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi tinggi usaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas agar masyarakat setempat dapatmeningkatkan ekonomi keluarga dengan berkreasi, berkarya dan berdaya juang untuk mengubah barang bekas yang tidak bernilai secara ekonomis menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui membuat kompor (burner) berbahan bakar oli bekas, beserta spesifikasinya dan mengetahui hasil pengujian menggunakan kompor (burner) pembakaran oli bekas. Berangkat dari kurangnya pemanfaatan limbah oli bekas dan belum adanya alat yang baik untuk memanfaatkan oli bekas tersebut. Disisi lain apabila digunakan sebagai bahan bakar, oli bekas tidak menghasilkan pembakaran sempurna. Penelitian ini menggunakan model perancangan pembuatan kompor burner .Penelitian ini disimpulkan bahwa kompor (burner) yang dirancang memiliki bentuk yang besar dibandingkan pada burner pada umumnya. Kompor (burner) mencapai Adanya pengaruh variasi tekanan terhadap temperatur pembakaran dengan temperatur minimal dan maksimal mencapai titik tertinggi dengan tekanan sebesar 2.5 bar dengan temperatur sebesar 118 °C dan 994 °C sedangkan untuk titik terendah pada temperatur minimal dan maksimal pada tekanan 1 bar dengan temperatur sebesar 80,4 °C dan 662 °C dengan tekanan 0,5 bar.Kata Kunci: Kompor, Oli Bekas, Desaign, Waktu Konsumsi, Sifat Nyala Api