Tingginya kasus Covid-19 berdampak pada proses pendidikan praktik klinik profesi ners yang mengakibatkan beberapa siklus mahasiswa melakukan praktik di yellow zone Covid-19. Pasien pada zona ini belum diketahui positif COVID-19 atau tidak, sehingga berisiko menularkan kepada mahasiswa. Penelitian terdahulu mengemukakan masih rendahnya kemampuan mahasiswa dalam pencegahan infeksi Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman praktik klinik mahasiswa profesi ners di yellow zone Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Wawancara mendalam (in depth interview) dilakukan kepada 5 orang mahasiswa yang sudah praktik di di yellow zone Covid-19 pada tanggal 5–30 Juli 2021. Selanjutnya hasil wawancara diolah dengan menggunakan teknik Colaizzi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan lima tema utama, yaitu (1) emosi yang ambivalen, (2) perilaku protektif, (3) dilema pelayanan praktik klinik, (4) harapan untuk didukung, dan (5) mekanisme koping sebagai solusi adaptasi. Diskusi: Praktik di ruangan yellow zone Covid-19 menimbulkan respon emosi yang ambivalen sehingga menghambat proses praktik dalam memberikan pelayanan pada pasien Covid-19. Hal ini terlihat dari ungkapan partisipan yang mengharapkan untuk mendapatkan dukungan dari pihak pendidikan dan rumah sakit. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan beberapa hambatan dan harapan mahasiswa di yellow zone Covid-19 sehingga diharapkan kepada instansi pendidikan dan pelayanan untuk dapat meningkatkan persiapan dan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan bimbingan kepada mahasiswa praktik profesi ners di yellow zone Covid-19
Copyrights © 2021