Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dapat menimbulkan jumlah timbulan limbah medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan limbah medis hasil vaksinasi selama pandemi Covid-19 di Puskesmas Poasia Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian yaitu Penanggung Jawab Pengelola Limbah Medis, Kepala Instansi Sanitasi dan Perawat Petugas. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemilahan sampah dari sumber telah dilakukan, dengan menyediakan wadah sampah medis dan non-medis yang diberi label infeksius dan non-infeksius serta safety box sebagai pewadahan limbah B3. Wadah limbah medis padat adalah tong sampah pijakan anti bocor dan kedap air, serta ditutup dengan kantong plastik berwarna kuning atau hitam bertanda limbah infeksius dan non-infeksius dan safety box untuk limbah B3 seperti jarum suntik. Pengumpulan sampah medis dilakukan oleh petugas sanitasi. Pengangkutan dilakukan oleh petugas sanitasi dengan menggunakan troli tertutup, anti bocor, tahan air dan tanpa sudut tajam dan kemudian di bawah ke Tempat Pembuangan Sampah. untuk pengelolaan tahap selanjutnya seperti pemusnahan dan pembuangan akhir diserahkan ke pihak ketiga melalui kerja samanya PT Mitra Hijau.Penelitian menunjukan bahwa dalam pengelolaan sampah medis di Puskesmas Poasia sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 1204/Menkes/SK/X/2006 terkait dengan proses pemilahan, pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan.
Copyrights © 2022