Kebutuhan informasi kesehatan meningkat saat pandemi COVID-19, di sisi lain terdapat banyak informasi hoaks yang tersebar cepat melalui media digital. Penelitian ini bertujuan menemukan manajemen pencarian informasi dalam konsultasi kesehatan online berbasis telemedis di kalangan pasien positif COVID-19. Melalui telemedicine, pasien dapat melakukan konsultasi kesehatan secara online dengan dokter sebagai garda terdepan pelayanan publik di bidang kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretif dengan pendekatan fenomenologi serta Theory of Motivated Information Management dari Walid Afifi & Judith Weiner dan didukung oleh teori Patient Centerd Communication dari Debra Roter dan Judith Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsultasi kesehatan online dapat dilakukan melalui tulisan, suara, foto, dan video. Pasien melewati empat tahapan melalui interpretasi, ketidaksesuaian dan ketidakpastian, serta evaluasi. Proses konsultasi kesehatan online, pasien dan dokter terlibat dalam komunikasi kesehatan yang mendorong terjadinya komunikasi yang berpusat pada pasien. Kualitas komunikasi interpersonal yang terjadi melalui platform digital dapat mendorong pasien untuk menentukan pengobatan dan keputusan lebih lanjut. Layanan ini berpeluang memberikan akses layanan kesehatan pada masyarakat secara menyeluruh. Sebaiknya pemerintah dapat mengembangkan kebijakan mengenai layanan ini dan meningkatkan literasi digital di dalam masyarakat.
Copyrights © 2022