Pembelajaran matematika yang masih rendah disebabkan karena berbagai permasalahan. Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu anggapan dari sebagian besar siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran matematika bahkan menjadikan matematika sebagai salah satu pelajaran yang harus dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan belajar matematika di kelas II materi penjumlahan dan pengurangan di SDN 3 pringgajurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes,wawancara dan dokumntasi. Analisis data menggunakan analisis data berdasarkan Mettew dan Michael yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 dan guru kelas 2 di SDN 3 pringgajurang. Setelah dilakukan tes kepada 13 siswa ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam materi penjumlahan dan pengurangan Siswa yang mengalami kesulitan berjumlah 4 siswa dari 13 siswa yang melakukan tes. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas 2 yang mengalami kesulitan pada materi penjumlahan dan pengurangan. Kesulitan yang di alami siswa yaitu : (1) Siswa kesulitan memahami konsep penjumlahan dan pengurangan ; (2) Siswa sering melakukan kesalahan dalam menulis angka ; (3) Siswa tidak lancar dalam membaca ; (4) Siswa sering melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan karena kurang teliti ; ( 5) Siswa kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan dan pengurangan bersusun. Dari penjelasan tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapat 5 kesulitan yang dialami siswa setelah melakukan tes materi penjumlahan dan pengurangan pada kelas II di SDN 3 Pringgajurang.
Copyrights © 2022