Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tersebut, maka sekolah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan jumlah siswa hadir maksimal 50% dari total kapasitas kelas yang ditentukan, yaitu maksimal 20 orang dalam setiap kelas. Dengan kenyataan tersebut, maka sekolah harus menyiapkan sumber daya manusia untuk mampu melaksanakan pembelajaran bersama antara siswa yang hadir di sekolah dan yang mengikuti pelajaran dari rumah, agar tujuan dari pembelajaran tetap tercapai dengan konsep pembelajaran blended learning. Mitra yang akan bekerja sama dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Sekolah Menegah Pertama Islam Terpadu Bina Amal (SMP-IT Bina Amal) Gunung Pati Semarang. Adanya rencana blended learning tersebut, tentu perlu dipersiapkan para guru, salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan persiapan pembelajaran blended learning. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan menggunakan metode praktikum yaitu cara penyajian pembelajaran kepada peserta dengan melakukan penerapan langsung menggunakan komputer sehingga peserta akan mengalami dan membuktikan bagaimana menggunakan platform Moodle. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan pelatihan persiapan pembelajaran blended learning ini, para guru mendapat gambaran dan kebijakan tentang apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan bila blended learning dilaksakan. Indikator keberhasilan dari kegiatan pelatihan ini diperoleh dengan cara mengolah hasil kuesioner yang diisi peserta sebelum mengikuti pelatihan (pre test) dan setelah mengikuti pelatihan (post test) dan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta dalam menggunakan Moodle yaitu sebesar 91.7%
Copyrights © 2022