SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022

Analisis Tingkat Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Bagian Pengelasan di CV. XYZ Menggunakan Metode REBA dan OWAS

Hanif Rahma Saputra (Universitas Muhammadiyah Gresik)
Said Salim Dahda (Universitas Muhammadiyah Gresik)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2022

Abstract

CV. XYZ merupakan Upaya pencegahan yang diperlukan untuk menghindari risiko berkembangnya gangguan muskuloskeletal di tempat kerja. Mendapatkan diagnosis dan penilaian ini menggunakan REBA dan OWAS membantu pekerja di bengkel untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan mereka. Hal ini karena posisi kerja dapat mengurangi kenyamanan dan menimbulkan potensi risiko bagi tubuh. Karena risiko mengalami gangguan muskuloskeletal, penting untuk mencegah pekerja mengalami kesulitan di tempat kerja. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya pencegahan. Setelah menilai dan mewawancarai tukang las menggunakan metode REBA dan OWAS, posisi pekerjaan pekerja ditentukan menjadi masalah. Penelitian ini memperoleh skor REBA sebesar 5 yang berarti tingkat risiko sedang. Namun, skor OWAS ditandai dengan kategori 2; itu dianggap berisiko tinggi dan membutuhkan perbaikan di masa depan. Hasil penyelidikan ini menunjukkan bahwa pekerja yang menghadapi risiko tinggi harus menggunakan alat bantu. Saran tersebut antara lain menggunakan meja kerja untuk pengelasan dengan dimensi panjang 145 cm, lebar 72 cm dan tinggi 90 cm. Penilaian OWAS mendapat nilai sempurna 1, sedangkan penilaian rendah mendapat nilai 2. Hal ini menunjukkan bahwa kedua penilaian tersebut perlu perbaikan, karena nilai 1 sempurna berisiko dan hanya perlu sedikit perbaikan.  Kata Kunci: Ergonomi, REBA, Muskuloskeletal, OWAS

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...