Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan banyak pulau yang tersebar dari selat Malaka sampai laut Natuna, kehidupan masyarakat didukung oleh hasil tangkapan laut. Pada musim badai angin dari arah utara berhembus sangat kencang, pompong sebagai alat transportasi ke laut tidak dapat digunakan karena tidak cukup kuat menahan gelombang tinggi, sehingga kehidupan bergantung kepada hasil tangkapan dari keramba tancap. Teknik penangkapan ikan di keramba tancap dilakukan dengan cara menjaring ikan yang lewat di area keramba, sehingga teknik pasif ini banyak dipengaruhi oleh faktor alam antara lain arah arus dan intensitas pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sudut jaring terhadap arah arus dalam proses penjaringan ikan di keramba tancap untuk mendapatkan parameter sudut yang optimal sehingga ikan terseret karena arus pasang surut serta pergerakan ikan yang mencari sumber cahaya/makanan (plankton) dapat terjebak dalam kantong jaring keramba. Metoda eksperimen dilakukan dengan mendesain jaring yang tepinya ditarik oleh tali/rantai yang dapat diatur panjangnya sehingga kedalaman setiap sisi jaring yang masuk ke dalam air dapat dikontrol untuk membuat sudut. Berdasarkan hasil penelitian dengan mengambil data jumlah tangkapan harian masyarakat nelayan, maka sudut jaring yang terbentuk dengan perbedaan kedalaman tepi jaring yang masuk ke laut sebesar 0.5 meter memberikan hasil yang optimal. Kata Kunci: Keramba tancap, Jaring ikan, Nelayan tradisional
Copyrights © 2022