Nepa merupakan salah satu desa yang ada di Kota Sampang bagian utara. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat adalah nelayan. Selain itu terdapat juga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat. Para pelaku UMKM di Desa Nepa kurang memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya. Padahal dengan melibatkan teknologi para pembeli lebih mudah mengetahui barang-barang yang dijual dan konsumen akan semakin meluas. Dengan adanya pengabdian ini Kami mencoba mengenalkan dan mengedukasikan tentang pemanfaatan teknologi e-commerce bagi UMKM sebagai media pemasaran. Sisi lain kelebihan dari e-commerce khususnya pada saat situasi pandemic Covid 19 seperti saat ini adalah konsumen tidak harus mendatangi langsung tempat UMKM. Jadi cukup pesan secara online. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian untuk mengetahui kendala apa saja yang ada dan membantu pemasaran produk UMKM masyarakat Nepa terlebih di masa pandemic covid-19. Metode yang dipakai dalam pelatihan adalah Pemaparan (ceramah), praktik penugasan dan tanya jawab serta wawancara langsung untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pelatihan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bahwa pelaku usaha mikro kecil dan Menengah beranggapan positif terhadap program pelatihan dan pembinaan karena meberikan efek atau dampak yang positif terhadap perkembangan usaha mikro kecil. Faktor penghambat dari pelaksanaan kegiatan peningkatan pemberdayaan UMKM adalah minimnya tenaga penyuluh UMKM di Desa Nepa, terbatasnya anggaran yang dimiliki, kesulitan permodalan UMKM, dan permasalahan teknis UMKM.
Copyrights © 2022