Proses belajar di Indonesia tengah mengalami masa rekonstruksi pasca dilanda badai pandemic covid 19. Permasalahan pembelajaran yang seringkali dibahas dewasa ini adalah perihal learning-loss. Learning loss merupakan istilah yang merujuk pada kehilangan kendali (ketidakmampuan individu) dalam penguasaan keterampilan dan kemampuan dalam proses akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan suatu dasar evaluasi bagi seluruh akademisi terutama pihak penyelenggara pendidikan. Loss-learning yang merupakan suatu masalah besar di dunia pendidikan hendaknya segera dievaluasi dan diresolusi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek utama penelitian adalah siswa Madrasah Tsanawiyah Ma’arif NU Kota Blitar pada jenjang kelas IX pada tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 27 responden. Dalam penelitian ini, proses pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik. Triangulasi meliputi observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Konklusi akhir penelitian ini membuahkan hasil yaitu learning-loss tidak menimbulkan efek apapun terhadap keaktifan peserta didik. Secara tidak sengaja, berdasarkan wawancara mendalam ditemukan bahwa penghambat utama atas demotivasi belajar siswa Kelas IX di MTs Maarif NU Kota Blitar adalah habitual action yang masih melekat hingga pembelajaran pasca daring.
Copyrights © 2022