Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Periode lansia ditandai dengan perubahan anatomis fisiologis salah satunya daya tahan kardiorespirasi. Daya tahan kardiorespirasi yang baik diperlukan agar seorang lansia tidak mudah mengalami kelelahan. Indeks massa tubuh merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya tahan kardiorespirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan daya tahan kardiorespirasi pada petani lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang memiliki satu variabel independen dan satu variabel dependen. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 20 sampel. Metode yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi yaitu dapat diukur dengan menggunakan six minute walking test, sedangkan nilai IMT didapatkan dari hasil penghitungan berat badan (kg) dan tinggi badan (m2). Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikan 0,000 dan koefesien korelasi sebesar -0,736. Dapat disimpulkan, semakin meningkat nilai IMT akan menurunkan nilai daya tahan kardiorespirasi pada petani lansia.
Copyrights © 2022