Asupan gizi yang tidak adekuat akan mempengaruhi ketidakteraturan menstruasi pada kebanyakan remaja. Siklus menstruasi menjadi tidak teratur karena disebabkan ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas. Selain itu keadaan wanita yang kurus menjadi penyebab beberapa masalah kesehatan reproduksi, siklus menstruasi akan terhenti atau menjadi tidak teratur. Siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja dapat mengganggu prestasi belajar, karena ketidakteraturan hormon dalam tubuh dapat menyebabkan remaja rentan mengalami stres, sensitif, dan gangguan psikologis yang mempengaruhi minat belajar serta prestasi di sekolah (Verawaty dan Rahayu, 2014). Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui hubungan status gizi remaja putri dengan keteraturan siklus menstruasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan analitik dengan pendekatan Case Control, yaitu suatu penelitian (survei) analitik yang menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospective (Notoatmodjo, 2014). Studi kasus control dilakukan dengan mengindentifikasi kelompok kasus dan kelompok control, kemudian secara retrospektif (penelusuran kebelakang) diteliti faktor-faktor resiko yang mungkin dapat menerangkan apakah kasus dan control dapat terkena paparan atau tidak. Penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Bojong Jaya, Penelitian di lakukan pada bulan April-Mei tahun 2022. Besar Sampel yang digunakan pada sampel kasus merupakan total sampling, dan sampel kontrol merupakan populasi dikurang total sampel kasus, dengan perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kelompok kontrol, sehingga total responden 66 orang, terdiri dari 33 kelompok kasus dan 33 kelompok Kontrol. Dari hasil penelitian remaja putri yang mengalami menstruasi teratur sebanyak 50% dan tidak teratur 50%, ada hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi P = 0,011 dan OR 4,457, ada hubungan antara pengetahuan dengan keteraturan siklus menstruasi P = 0,034 dan OR 3,750, ada hubungan antara pendapatan dengan keteraturan siklus menstruasi P = 0,016 dan OR 0,214.
Copyrights © 2022