Kabupaten Muna merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang terdiri dari berbagai suku yang memiliki berbagai macam corak budaya. Salah satu budaya Muna yang telah diangkat menjadi kegiatan internasional yaitu festival layang-layang tradisional, selain itu Muna juga memiliki tarian nasional yang seringkali ditampilkan pada festival budaya daerah maupun nasional. Namun, belum tersedianya wadah untuk pembelajaran dan pertunjukan kesenian budaya, sehingga dapat menurunkan ketertarikan masyarakat khususnya para remaja. Hal tersebut menjadi latar belakang dibutuhkannya Sanggar Budaya Muna untuk melestarikan serta meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kesenian budaya Muna. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendapatkan desain bangunan yang menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan namun tetap dapat memfasilitasi segala kegiatan kesenian dan budaya. Perancangan ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi langsung dan studi banding yang kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Hasil yang diperoleh, yaitu desain Sanggar Budaya Muna dengan pendekatan Arsitektur Berkelanjutan diaplikasikan pada sistem pencahayaan dan penghawaan, penerapan strategi energi, konservasi air, pengelolalaan limbah, penggunaan material lokal pada fasad bangunan, penerapan strategi ekonomi, serta pelestarian budaya pada pola fasad motif batik daerah, serta bangunan utama yang mencerminkan identitas daerah.Kata Kunci: Sanggar Budaya, Arsitektur Berkelanjutan, Kabupaten Muna
Copyrights © 2022