AbstractA suitable environment as a learning resource can improve critical thinking skills. Increasing critical thinking skills will strengthen the concepts mastered or change the concepts if there is an error in understanding. The purpose of this study is to find out the change or shift of concepts through critical thinking of prospective teachers of primary school in ethnoscience-based learning. It is carried out using questionnaires and interviews to see the concept changes experienced by prospective primary school teachers through critical thinking in ethnoscience learning. The survey results and participant interviews show that the concept change in ethnoscience-based learning occurs because of an increase in critical thinking skills. This increase occurs because of relevant problems that critically encourage prospective primary school teachers to provide argumentation and analysis. The real problems that exist around us and are easy to find in everyday life are about the culture or the surrounding environment. A learning environment based on culture or local wisdom is one of the alternatives that can be used in science learning to increase concern for the environment and the surrounding culture.Keywords: ethnoscience, argumentation, critical thinking.Abstrak Lingkungan, budaya, dan kearifan lokal menjadi inspirasi, imajinasi, dan kreativitas dalam belajar. Lingkungan yang cocok sebagai sumber belajar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis akan memperkuat konsep yang dikuasai atau mengubah konsep jika terjadi kesalahan dalam pemahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan atau pegeseran konsep melalui berpikir kritis dari calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar dalam pembelajaran berbasis etnosains. Dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara untuk melihat perubahan konsep yang dialami oleh calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar melalui pemikiran kritis dalam pembelajaran etnosains. Hasil survei dan wawancara partisipan menunjukkan bahwa perubahan konsep pembelajaran berbasis etnosains terjadi karena adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan ini terjadi karena adanya permasalahan relevan yang secara kritis mendorong calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar untuk memberikan argumentasi dan analisis. Permasalahan nyata yang ada di sekitar kita dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang budaya atau lingkungan sekitar. Lingkungan belajar berbasis budaya atau kearifan lokal merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya sekitar.Kata kunci: etnosains, argumentasi, berpikir kritis.
Copyrights © 2022