ABSTRAKPendahuluan: High Stakes Assessment di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan merupakan tolak ukur untuk memastikan kualitas lulusan. Semakin baik kualitas lulusan diharapkan suatu negara memiliki derajat pelayanan kesehatan yang baik dan sebaliknya. Peneliti ingin melihat macam macam implementasi high stakes assessment di fakultas kedokteran dan kesehatan didunia dan dampaknya terhadap perilaku belajar mahasiswa.Metode: Penelitian ini merupakan kajian sistematik literatur dengan menggunakan metode PRISMA yaitu melalui proses identifikasi, skrining, cek eligibilitas dengan membaca keseluruhan isi literatur dan melakukan critical appraisal (Jadad Score, Health Evidence dan MMAT 2018) dan inklusi. Databased rujukan dari EBSCO, Science Direct, PMC, Proquest, Wiley Online Library, dan Google Scholar.Hasil: Beberapa praktik high stakes assessment ditemukan pada enam negara yaitu, United Kingdom (UK), English Caribbean, United State (US), Canada, China, dan Indonesia. Asesmen sumatif cenderung mendorong perilaku belajar mahasiswa kearah surface learning, namun terdapat faktor lain sehingga perilaku belajar yang muncul berbeda tiap individunya.Kesimpulan: Praktik high stakes assessment dilakukan dibanyak negara dan Indonesia namun tidak disebutkan dampak pada perlaku belajarnya. Asesmen sumatif dapat mendorong perilaku belajar mahasiswa menjadi surface learning, namun selain itu ada faktor lain yang mendorong perilaku belajar yaitu motivasi, tujuan, tingkat konsekuensi, jenis asesmen, umpan balik, dan tekanan waktu. Kata Kunci: mahasiswa kedokteran dan kesehatan; dampak asesmen high stakes; perilaku belajar; dampak terhadap pembelajaran
Copyrights © 2022