Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penggunaan metode pembelajaran di Pesantren Tradisional. salah satu metode tradisional itu adalah metode qawaid dan terjemah serta hafalan yang biasanya diterapkan pada pengkajian kitab-kitab klasik. Diantaranya adalah kitab Alfiyah ibnu Malik. Alfiyah ibnu Malik merupakan kitab mandzumat yang terdiri dari 1002 bait dan membahas tentang nahwu dan Sharaf, kitab ini susah sekali untuk dipahami, akan tetapi lebih mudah dipahami jika pembelajarannya menggunakan metode hafalan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk keabsahan data menggunakan teknik credibility triangulasi dengan sumber, sementara teknik analisa data menggunakan model analisis data interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Teknik metode hafalan dalam meningkatkan pemahaman Santri Terhadap Kitab Alfiyah ibnu Malik terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap persiapan yang terdiri dari; membaca berulang-ulang, menghafal di area persawahan, menghafal di area pondok, dan menghafal sambil jalan-jalan, dan tahap pelaksanaan dan evaluasi. 2) Pemahaman santri terhadap kitab Alfiyah ibnu Malik sampai pada tingkat pertama (translating) dengan indikator bagus sekali, bagus dan sedang/cukup dan tingkat kedua (interpreting) dimana santri dapat menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan yang diketahui berikutnya atau menghubungkan beberapa materi yang pernah dikaji.
Copyrights © 2022